Ariel yang misterius

Ilustrasi misterius.
Sumber :
  • VIVA/Amal Nur Ngazis

Jakarta, VIVA – Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus diketahui memiliki Bulan, satelit alami seperti Bumi, yang menurut para astronom menyimpan samudra yang terkunci di bawah cangkang es tebal.

img_title Ariel NOAH Akui Takut Kehilangan Me Time Jika Punya Pasangan Lagi

Cangkang-cangkang tersebut merupakan masalah besar bagi para ilmuwan di Bumi yang sangat ingin mengintip pusat-pusat cairan tersebut, tetapi ada satu Bulan mungkin menunjukkan keberaniannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip situs Sciencealert, Kamis, 13 Februari 2025, permukaan Bulan milik Uranus, Ariel, memiliki jurang-jurang yang dalam – dan mungkin berisi endapan yang dikeluarkan dari bawah.

img_title Yayasan Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Hidupkan Muharram dengan Kepedulian Bagi Anak Yatim

Itu termasuk es karbondioksida dan endapan yang mengandung senyawa lain yang mungkin dihasilkan dari proses kimia yang terjadi di dalam satelit alami milik Uranus tersebut.

Jika demikian halnya maka artinya ngarai-ngarai itu bisa menjadi cara untuk mempelajari bagian dalam dunia samudra ini tanpa harus melakukan upaya penelitian yang lebih dramatis.

img_title Kemenag Ungkap Posisi Hilal Sudah Penuhi Syarat, 1 Zulhijah Jatuh pada 18 Mei 2026

"Jika kami benar, alur medial ini mungkin merupakan kandidat terbaik untuk mencari sumber endapan karbonoksida dan mengungkap lebih banyak detail tentang interior Bulan Ariel," kata Ahli geologi planet Chloe Beddingfield dari Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, AS.

Ia melanjutkan bahwa tidak ada fitur permukaan lain yang menunjukkan bukti yang memfasilitasi pergerakan material dari dalam Ariel, sehingga membuat temuan ini sangat menarik.

Jurang-jurang di permukaan Ariel sangat menarik. Beberapa lantainya dipahat oleh alur-alur paralel yang merupakan salah satu fitur geologi termuda yang pernah terlihat di Bulan tersebut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal itu mungkin merupakan hasil interaksi antara aktivitas tektonik dan vulkanik, tetapi hal-hal spesifiknya sulit dipastikan.

Chloe dan rekan-rekannya menggunakan data observasi dan model formasi untuk melihat apakah mereka dapat melengkapi kekurangan tersebut.

Mereka dapat menunjukkan bahwa suatu proses yang terjadi di Bumi dapat menjadi penyebab tanda-tanda yang dilihat pada Ariel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses yang dikenal sebagai penyebaran itu terjadi di punggung gunung berapi di Bumi, tempat bagian dasar laut dan material naik dari bawah untuk membentuk bagian baru kerak Bumi.

Pada Ariel, lanjut Chloe, penyebaran dapat terjadi saat material yang lebih hangat melonjak ke atas dari bawah, membelah kerak Bulan sebelum mengisi retakan yang diciptakannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut