Hilal Terpengaruh Gerhana Matahari, tapi Tidak Hari Ini

Pemantauan hilal.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

Jakarta, VIVA – Gerhana Matahari Sebagian bakal menghiasi langit pada Sabtu hari ini, 29 Maret 2025. Mengutip situs The Guardian, Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi.

img_title Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026

Namun, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi tidak berada dalam satu garis sejajar yang sempurna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu mengakibatkan hanya sebagian Matahari yang akan tampak tertutup sehingga bentuknya berubah menjadi layaknya Bulan sabit.

img_title Selain Indonesia, Malaysia Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Selama fenomena ini berlangsung, orang-orang yang berada di wilayah yang tertutup bayangan bagian dalam Bulan akan melihat Gerhana Matahari Sebagian.

Meskipun tidak akan terjadi secara total, yaitu Bulan sepenuhnya menutupi Matahari, namun, gerhana ini akan tetap menjadi pemandangan spektakuler bagi jutaan orang.

img_title Lebaran Hari Sabtu! Menag: Hilal Tidak Terlihat dari Papua Sampai Aceh

Akan tetapi, apakah Gerhana Matahari mempengaruhi penentuan hilal? Terkait hal tersebut, Ketua Asosiasi Astronomi Uni Emirat Arab (UEA), Ibrahim Al-Jarwan, memberikan catatan penting.

"Fenomena ini bisa menyulitkan proses pengamatan Bulan Sabit baru (hilal) di langit malam, sehingga hilal baru bisa terlihat keesokan harinya," kata dia, seperti dikutip dari situs OneArabia.

Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari, menghalangi sebagian piringan sang Surya dari pandangan. Bulan akan terlihat seperti 'menggigit' Matahari.

Kali ini, Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di seluruh belahan Bumi bagian Utara, atau di seluruh Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Afrika.

Gerhana akan dimulai pada pukul 04:50 EDT (15.50 WIB) dan berakhir pada pukul 08:43 EDT (19.43 WIB).

Sementara titik gerhana maksimum akan terjadi pada pukul 6:47 EDT (17.47 WIB).

Sebagai informasi, Gerhana Matahari Sebagian muncul bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2025 menentukan Hilal 1 Syawal 1446 Hijriah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayang, Indonesia tidak termasuk dalam jalur pemantauan, sehingga kemungkinan tidak berpengaruh apapun dalam pemantauan hilal. Namun, Gerhana Matahari Sebagian menimbulkan fenomena lain.

Diperkirakan bakal ada lonjakan trafik internet selama proses berlangsung karena banyak orang yang mengakses Google Search untuk mencari tahu dampak melihat Gerhana Matahari Sebagian secara langsung.

ucapan selamat tahun baru Islam

PBNU Putuskan 1 Muharam 17 Juni 2026, Kemenag Jelaskan Alasan Beda Tanggal Penetapan

Kemenag menetapkan 1 Muharam 1448 H pada 16 Juni 2026 dan menghormati keputusan PBNU yang menetapkan bahwa Tahun Baru Islam jatuh pada 17 Juni berdasarkan rukyatul hilal.

img_title
VIVA.co.id
16 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut