'Kiamat' Sampah Antariksa

Sampah antariksa.
Sumber :
  • Earth.com

Setidaknya, ada satu juta serpihan berukuran sebesar itu, yang terbang di sekitar orbit Bumi saat ini. Setiap tabrakan berisiko menciptakan ratusan serpihan lainnya - sebuah fenomena reaksi berantai yang dikenal dengan Efek Kessler.

img_title Sampah Antariksa China Jatuh dengan Selamat ke Samudra Pasifik

Mengatasi masalah sampah antariksa tidaklah mudah, tapi badan antariksa sedang mengembangkan berbagai teknologi untuk dapat memungut sampah antariksa dan mengembalikannya ke Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum ada misi yang berhasil melakukan hal tersebut, namun ESA rencananya akan mencoba melakukannya dengan misi ClearSpace-1 pada 2028. Misi ini akan menggunakan lengan robotik untuk memindahkan satelit PROBA-1, yang berukuran sebesar koper, dari orbit rendah Bumi.

img_title Lagi, Roket China Akan Jatuh Tak Terkendali ke Bumi

Soares mengatakan, konsep lainnya adalah dengan menggunakan struktur seperti jaring untuk, 'menjaring' satelit dan membawanya keluar dari orbit, tetapi peralatannya tergolong mahal - dan belum dapat dibuktikan keandalannya.

Ketimbang mengirimkan mesin derek ruang angkasa, mungkin lebih baik mengembangkan semacam roadside service atau layanan bantuan reparasi jalanan, yang melakukan perbaikan pada satelit sehingga masa pakainya dapat diperpanjang.

img_title Ilmuwan Indonesia Bicara Sampah Antariksa yang Jatuh di Indonesia

"Dalam jangka panjang, kami tidak hanya memikirkan soal pembersihan, tapi juga ‘ekonomi sirkular' ruang angkasa,” jelas Soares.

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Uni Eropa Takut sama Rusia

Uni Eropa (UE) dan NATO menggelontorkan puluhan miliar Euro uang pajak dan pinjaman untuk mendukung perusahaan pertahanan dan memproduksi senjata. Rusia adalah ancaman.

img_title
VIVA.co.id
1 Desember 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut