Stop Ribet Ngoding! Platform Ini bisa Terintegrasi dengan WhatsApp hingga Telegram

WhatsApp.
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VIVA – PT Datacomm Diangraha resmi menjalin kemitraan strategis dengan Global Wavenet – perusahaan yang bergerak di solusi telekomunikasi dan teknologi digital bagi pelaku usaha – untuk mengintegrasikan platform Compose ke dalam marketplace DCloud.

img_title Awas Akun WhatsApp Terblokir, Ini 7 Kesalahan Pengguna yang Sering Terjadi Tanpa Disadari

Kolaborasi ini tidak hanya sebatas integrasi teknologi, namun juga merupakan wujud sinergi kekuatan dari kedua belah pihak dalam menyediakan solusi digital menyeluruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Compose merupakan platform integrasi saluran digital dari Wavenet yang dirancang untuk menyederhanakan pengembangan dan pengelolaan API, microservices, serta aplikasi komunikasi lintas kanal, dengan dukungan kemampuan orkestrasi yang andal.

img_title WhatsApp Tiba-tiba Diblokir? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Aman

Sebagai platform pengembangan aplikasi low-code untuk peningkatan customer experience (CX), Compose memungkinkan pelaku usaha, baik skala UMKM maupun korporasi, untuk mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi seperti WhatsApp, Telegram, Messenger, Webchat, dan lainnya secara lebih efisien dan terintegrasi.

Dengan dukungan teknologi Compose, proses integrasi dapat dilakukan hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan pendekatan tradisional, serta mampu mengurangi beban kerja pengembang hingga sepuluh kali lipat.

img_title WhatsApp Buka Suara Penyebab Banyak Akun Terblokir

Hal ini menjadikannya solusi efektif atas tantangan umum seperti tingginya biaya dan lamanya waktu implementasi yang kerap menghambat program transformasi digital.

Menurut Director of Cloud dan IT Infrastructure Datacomm Diangraha, Benny Sumitro, integrasi Compose ke dalam marketplace DCloud milik Datacomm akan memberikan nilai tambah nyata bagi pelaku usaha di Indonesia.

“Kolaborasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan dan meluncurkan aplikasi omnichannel dengan lebih cepat dan efisien, tanpa perlu bergelut dengan kompleksitas pengkodean konvensional,” ungkapnya di Jakarta, Selasa, 15 April 2025.

Dengan pendekatan low-code, perusahaan dapat mengintegrasikan API, microservices, dan aplikasi pelanggan secara lebih lincah, serta memastikan skalabilitas baik di saluran digital maupun sistem lama (legacy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan yang sama, CEO Wavenet, Suren Pinto, mengaku ekspansi ke kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia, sejalan dengan misi perusahaan untuk mempercepat transformasi digital melalui solusi yang relevan dan adaptif.

"Melalui DCloud, pelaku usaha Indonesia kini dapat memanfaatkan Compose untuk meningkatkan layanan pelanggan, baik dalam bahasa lokal maupun multibahasa. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif di pasar yang dinamis," jelas dia.

Ilustrasi LGBT

Polisi Usut Grup WA Masukkan Pelajar Secara Acak yang Bahas LGBT hingga Orientasi Seksual

Sebuah grup WhatsApp bernama ‘Add people as much as you can’ menjadi perhatian. Hal itu lantaran setelah diduga memasukkan sejumlah siswa secara acak.

img_title
VIVA.co.id
2 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut