Sering Disangka Sama, Ini Perbedaan Fast dan Quick Charging
- Istimewa
Quick Charge 5 diklaim lebih hemat energi, menghasilkan panas lebih rendah, dan menawarkan perlindungan keamanan ganda saat pengisian.
Perbedaan Utama Fast Charging vs Quick Charging
Istilah:
- Fast Charging: Istilah umum untuk berbagai teknologi pengisian cepat.
- Quick Charging: Nama dagang milik Qualcomm, khusus untuk perangkat dengan chipset Snapdragon.
Teknologi:
- Fast Charging: Mencakup banyak standar seperti USB Power Delivery (USB-PD), VOOC, SuperVOOC, TurboPower, dan lainnya.
- Quick Charging: Hanya menggunakan teknologi Quick Charge dari Qualcomm.
Kompatibilitas:
- Fast Charging: Kompatibel dengan berbagai perangkat dari berbagai merek.
- Quick Charging: Hanya kompatibel dengan perangkat yang mendukung Quick Charge, terutama yang menggunakan chipset Snapdragon.
Kecepatan Maksimal:
- Fast Charging: Bisa mencapai lebih dari 150W, tergantung produsen.
- Quick Charging: Hingga 100W pada Quick Charge 5 (klaim resmi Qualcomm).
Contoh Penggunaan:
- Fast Charging: Digunakan oleh OPPO (SuperVOOC), realme (Dart Charge), Samsung (Adaptive Fast Charging), Google (USB-PD).
- Quick Charging: Digunakan pada banyak perangkat Android yang memakai chipset Snapdragon.
Perlu dicatat fast charging dan quick charging sama-sama bertujuan untuk mempercepat waktu isi ulang baterai, namun berbeda dari segi teknologi dan kompatibilitas. Fast charging merupakan istilah umum untuk berbagai teknologi pengisian cepat, sedangkan quick charging adalah standar milik Qualcomm yang digunakan di perangkat dengan chipset Snapdragon.
Sebelum membeli charger atau ponsel, pastikan kamu memahami teknologi mana yang digunakan agar mendapatkan kecepatan isi daya optimal dan tetap aman. Teknologi pengisian yang tepat tidak hanya menghemat waktu, tapi juga menjaga umur baterai perangkat kamu.