Lucifer Berada di Australia

Perth, Australia barat.
Sumber :
  • Facebook Perth, Western Australia

Jakarta, VIVA – Ilmuwan Australia telah menemukan spesies lebah baru dengan tanduk kecil. Lebah itu kemudian diberi nama yang cukup menyeramkan, Lucifer.

img_title Winger Timnas Indonesia Luke Vickery Tolak Klub Liga Inggris, Pilih Bertahan di Australia

Kit Prendergast, ilmuwan utama dari Curtin University di Perth, Australia barat, menemukan Megachile Lucifer saat mengamati bunga liar langka yang hanya tumbuh di Bremer Ranges.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanduk yang sangat khas dan menonjol ini hanya terdapat pada lebah betina dan mungkin digunakan sebagai mekanisme pertahanan, mengumpulkan serbuk sari atau nektar, atau untuk mengumpulkan bahan-bahan seperti resin untuk membuat sarang.

img_title Rekan Jay Idzes Terjerat Kasus Narkoba di Australia, Apa Dampaknya untuk sang Kapten Timnas Indonesia?

"Saya terinspirasi dengan nama Lucifer saat sedang menonton acara Netflix dengan judul yang sama. Spesies yang baru ditemukan ini adalah anggota baru kelompok lebah tersebut dalam 20 tahun. Lebah betina memiliki tanduk kecil yang luar biasa pada wajahnya," katanya, seperti dikutip dari situs BBC, Rabu, 12 November 2025.

img_title Wakil Asia Resmi Habis Tak Bersisa di Piala Dunia 2026 usai Australia Ditaklukkan Mesir Lewat Adu Penalti

Lucifer—yang berarti 'pembawa cahaya' dalam bahasa Latin—juga merupakan referensi mengenai perlunya memberi perlindungan yang lebih baik terhadap spesies lebah setempat.

Kit Prendergast juga berkata, nama itu juga menyorot pentingnya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana tanaman yang terancam punah diserbuki.

Laporan yang diterbitkan dalam Journal of Hymenoptera Research tersebut juga menyerukan agar area di dalam dan sekitar lokasi penemuan spesies lebah baru dan bunga liar langka tersebut 'dilindungi secara resmi dan ditetapkan sebagai lahan konservasi yang tidak boleh dibuka'.

"Karena spesies baru ini ditemukan di area kecil yang sama dengan bunga liar yang terancam punah, keduanya dapat berisiko akibat gangguan habitat dan proses mengancam lainnya seperti perubahan iklim," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kit Prendergast menambahkan jika banyak perusahaan pertambangan tidak memasukkan spesies lebah setempat sebagai makhluk yang terdampak ketika membuat penilaian dampak lingkungan operasi mereka.

"Jadi, kita mungkin kehilangan spesies yang belum terdeskripsikan, termasuk spesies yang memainkan peran penting dalam mendukung tanaman dan ekosistem yang terancam punah. Tanpa mengetahui keberadaan lebah setempat dan tanaman apa yang mereka andalkan, kita berisiko kehilangan keduanya bahkan sebelum kita menyadari keberadaan mereka," jelasnya.

Warga Australia berinisial BA (27) yang diduga melakukan tindakan asusila di pekarangan rumah warga lokal ditangkap

Warga Australia yang Diduga Mesum di Halaman Rumah Warga Bali Ditangkap

Warga Australia BA diketahui akan kembali ke negaranya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa 25 Agustus sekitar pukul 12.00 WITA.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut