AI Makin Masif, Laboratorium Kecil Dibentuk

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sumber :
  • Analytics Insight

Jakarta, VIVA – Pengguna internet di Indonesia berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun ini mencapai 80,66 persen atau 229,4 juta jiwa.

img_title Pulang ke Sekolah Masa Kecil! KSP Resmikan Renovasi SDN Adisutjipto 2 Yogyakarta

Lebih dari 140 juta diantaranya merupakan pengguna internet yang aktif berinteraksi di media sosial. Hal ini merupakan potensi sekaligus tantangan dalam meningkatkan literasi penyebaran informasi di ranah digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) konsisten menjalankan program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

img_title Storage iPhone Mendadak Boros? Fitur AI Diduga Jadi Biang Keroknya

Pendekatan program literasi digital saat ini diarahkan untuk membentuk kemampuan praktis dan kemandirian dalam memanfaatkan teknologi.

“Pemerintah terus menjalankan program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat,” ujar Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah Kemkomdigi, Hastuti Wulannningrum, Selasa, 18 November 2025.

img_title Buka Akses Teknologi, Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Dibekali Ilmu Kuasai AI

Untuk itu, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dibentuk sebagai lembaga layanan publik yang dikelola dan berorientasi pada masyarakat untuk layanan informasi dan pemberdayaan.

KIM dibina dan dikembangkan langsung oleh Kemkomdigi sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi yang akurat termasuk menanggulangi hoax di masyarakat.

“Peran KIM sangat relevan, khususnya untuk Gen Z. Bukan hanya menyalurkan informasi, namun laboratorium kecil di tingkat desa/kelurahan tempat masyarakat belajar memilah, berdiskusi, menguji, lalu menerapkan informasi menjadi aksi nyata,” tuturnya.

Menurut dia, strategi komunikasi terus diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Bahwa saat ini setiap orang memiliki potensi menjadi pembuat konten (content creator) maupun jurnalis.

"Kondisi tersebut menjadikan komunikasi sebagai aspek penting dalam menyebarluaskan informasi yang akurat kepada publik,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid menjelaskan tentang empat pilar terkait literasi digital yang terdiri dari Cakap, Aman, Budaya, dan Etika (CABE).

Melalui pendekatan literasi digital dengan pilar CABE, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih jernih dalam memanfaatkan teknologi.

Ia juga menyoroti terkait tantangan perkembangan literasi digital yang belum tuntas di tengah terpaan teknologi kecerdasan buatan (AI) muncul secara masif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya teknologi diciptakan bukan untuk merusak, melainkan sebagai alat yang dapat menjadi pendamping dalam aktivitas digital.

“Media sosial dipandang sebagai jendela kecil yang menampilkan identitas seseorang, sehingga masyarakat diajak untuk bersama-sama merawat ruang digital agar tetap sehat dan bermanfaat,” jelasnya.

Ilustrasi berita online

Kemkomdigi Jelaskan Aturan Penindakan Disinformasi, Kritik Masyarakat Tetap Dilindungi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjelaskan bahwa penindakan konten di ruang digital memiliki batasan yang diatur dalam Kepmen Komdigi No. 127 Tahun 2026

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut