Kiamat Internet dari Dasar Laut
- Getty Images
Menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, China sudah membangun kapal yang bisa memotong kabel yang terletak 4.000 meter di bawah permukaan laut.
Pihak AS juga mengumumkan peringatan serupa. Baru-baru ini, The US China Economic and Security Review Commission yang ditugaskan untuk memasok informasi kepada anggota Kongres AS, menyatakan bahwa China telah “semakin terlibat dalam aktivitas pengguntingan kabel bawah laut sebagai salah satu taktik intimidasi di zona abu-abu dan ada pula bukti bahwa Beijing sedang membuat teknologi baru untuk memotong kabel bawah laut yang bisa digunakan di saat perang”.
Dampaknya jika rusak
Putusnya kabel bawah laut dapat menimbulkan konsekuensi yang sangat besar. Ini adalah kesimpulan Kenny Huang, kepala organisasi Asia Pacific Information Center (APIC) yang melayani registrasi alamat internet untuk kawasan Asia Pasifik.
"Bila kabel bawah laut utama rusak maka Anda akan kehilangan seluruh koneksi internet. Kalau sudah begitu, berarti Anda kehilangan segalanya," tegas dia. Kawasan yang terdampak bahkan tidak akan bisa menggunakan jejaring internal mereka.
Misalnya di Taiwan, pulau tersebut akan jadi “gelap” dengan dampak kerusakan yang bergulir jauh melampaui komunikasi, merambah ke sektor pendidikan, ekonomi, agrikultur, dan masih banyak lainnya.
Negara-negara lain bisa menghadapi kasus serupa bila ada serangan terhadap kabel bawah laut. Meskipun tidak terputus atau rusak, kabel-kabel bawah laut tersebut bisa dimanfaatkan sebagai jaringan informasi lintas benua.
“Negara-negara musuh bisa memanfaatkan kelemahan ini untuk data intelijen atau untuk membuat strategi menguntungkan di ranah konflik keamanan maritim,” tulis Global Defense Insight, dalam tulisan yang terbit pada Februari 2025.