Telkomsel Andalkan AI tapi Tak Mau Terjebak Bubble

Direktur Utama Telkomsel Nugroho.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

"Kalau ada sebuah hype, biasanya memang selalu ada potensi bubble. Dulu ada internet bubble, lalu startup bubble. Bahkan, ada 3G bubble cuma tidak terlalu digembar-gemborkan," ungkap Nugroho.

img_title Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Ia mengingatkan, pada era 3G, banyak operator telekomunikasi yang jor-joran berinvestasi, namun pada akhirnya kolaps karena perhitungan bisnis yang tidak matang. Pelajaran tersebut relevan dengan tren AI saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kuncinya balancing antara investment dan monetization. Kalau tidak seimbang maka bisa jadi korban bubble. Early investment yang terlalu besar juga berisiko," jelasnya.

img_title Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab

Terkait kondisi di Indonesia, Nugroho menilai perkembangan AI masih relatif terkendali dan lebih proper. Hal ini tak lepas dari pengalaman pahit industri digital beberapa tahun terakhir.

"Orang-orang masih trauma dengan startup bubble. Itu membuat pelaku industri lebih hati-hati untuk berinvestasi besar-besaran di teknologi yang sedang booming. Cara-cara untuk menghindari risiko bubble juga sudah kami pelajari," tuturnya.

img_title Steam Next Fest 2026 Ungkap 50 Demo Terpopuler, Game Co-op dan Incremental Makin Diminati
Ilustrasi AI

AI Memberi Guru Ruang untuk Bereksperimen Belajar Siswa

AI membantu guru bereksperimen dengan metode belajar kreatif, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, dan meningkatkan interaksi kelas, tanpa mengabaikan peran guru.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut