Bahaya Mengintai Pengguna NFC di Indonesia

Teknologi NFC (near field Communication).
Sumber :
  • Unsplash

Jakarta, VIVA – Laporan ESET Research menyebut jumlah korban ransomware pada 2025 melampaui total sepanjang tahun lalu, bahkan sebelum akhir tahun, dengan proyeksi kenaikan 40 persen secara tahunan (YoY).

img_title AMOLED, Kamera OIS hingga NFC, Ini 9 Fitur HP Bekas yang Masih Dicari pada 2026

Akira dan Qilin kini mendominasi model ransomware-as-a-service, sementara pendatang baru seperti Warlock membawa teknik pengelakan yang lebih canggih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Parahnya, ransomware tidak hanya menyasar perusahaan besar. Sektor usaha kecil dan menengah (UKM), institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga individu menjadi target empuk.

img_title Di Balik Persaingan HP Murah Rp1 Jutaan, Ada Standar Fitur Baru yang Diam-diam Menguntungkan Pembeli

Laporan terbaru ini memicu alarm serius lantaran meningkatnya kasus penipuan online, kebocoran data, dan ransomware yang menargetkan individu maupun bisnis.

Selain itu, serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar teori, melainkan sudah digunakan secara nyata oleh pelaku kejahatan digital.

img_title Serangan Siber Berubah di Era AI, Phishing hingga Ransomware Kini Lebih Sulit Dideteksi

"Khususnya yang belum memiliki sistem keamanan berlapis atau kebiasaan digital yang aman," kata CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, di Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

Di sisi perangkat mobile, ESET Research mencatat lonjakan signifikan pada serangan siber berbasis Near Field Communication (NFC), dengan peningkatan deteksi hingga 87 persen pada paruh kedua 2025.

Malware lama seperti Ngate, yang pertama kali ditemukan oleh ESET, kini berkembang dengan fitur pencurian kontak.

Sementara pendatang baru RatOn memperkenalkan kombinasi langka antara remote access trojan (RAT) dan serangan relay NFC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RatOn disebarkan melalui halaman Google Play palsu dan iklan yang menyamar sebagai aplikasi populer, termasuk layanan perbankan digital.

Tren ini patut jadi perhatian serius di Indonesia, di mana pengadopsian mobile banking dan dompet digital terus meningkat namun kesadaran keamanan pada pengguna smartphone masih perlu terus didorong.

Ilustrasi HP Kentang Update

HP Bekas Bisa Lebih Worth It dari HP Baru Murah, Asalkan Punya Fitur Ini

HP bekas bisa lebih worth it daripada HP baru murah jika punya AMOLED 120Hz, OIS, NFC, 5G, RAM 8GB, baterai sehat, dan dukungan software yang masih panjang.

img_title
VIVA.co.id
20 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut