Menjepit Starlink

Pendiri SpaceX, Elon Musk.
Sumber :
  • Science Spies

Jakarta, VIVA – Kekuasaan Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, di orbit rendah Bumi kian menyempit. Usai China berniat meluncurkan 200 ribu satelit serupa, kini, Rusia melakukan yang sama.

img_title 3 Negara Besar Punya Urusan dengan Alien

Kepala Badan Penerbangan dan Antariksa Rusia atau Roscosmos, Dmitry Bakanov, mengaku akan meluncurkan layanan internet berbasis satelit pada 2027.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia memperlihatkan sebuah terminal rancangan Rusia untuk akses internet broadband satelit, dan mengatakan bahwa perangkat tersebut memungkinkan pengguna dimana pun di seluruh dunia untuk tetap terhubung.

img_title Kisah Legendaris: Bogem Mentah Daud Yordan Guncang Rusia

"Produksi massalnya akan dimulai sebelum akhir tahun ini. Konstelasi orbit yang terdiri dari lebih dari 300 satelit akan memastikan bahwa sistem Rusia, 'Rassvet' (yang artinya Fajar), sepenuhnya dikerahkan dan beroperasi pada tahun depan," kata Bakanov, seperti dikutip dari situs Russia Today, Senin, 19 Januari 2026.

Starlink menyediakan internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit terbesar di dunia, dengan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah Bumi.

img_title Harga Minyak Dunia Anjlok, Rusia Siap Banjiri Pasar dengan Pasokan Diesel

Layanan ini mulai diluncurkan pada 2020 dan, menurut klaim SpaceX induk Starlink, telah berkembang hingga lebih dari 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara dan wilayah.

Akan tetapi, layanan internet berbasis satelit ini belum tersedia secara resmi di Rusia. Pada November 2025, Kepala Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, mengatakan bahwa konstelasi satelit orbit rendah Bumi akan menjadi respons Moskow terhadap sistem Starlink milik AS.

Proyek yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Bureau 1440 yang berbasis di Moskow ini, menurut Boyarsky, akan memungkinkan "lompatan kualitatif" dalam menyediakan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia.

Pihak berwenang Rusia juga berencana untuk memberikan akses ke Rassvet kepada negara-negara sekutu.

Starlink telah memainkan peran kunci bagi pasukan Ukraina dalam konflik dengan Rusia, memungkinkan mereka untuk mengoordinasikan operasi, melakukan pengawasan, dan mengoperasikan sistem drone.

Menurut pihak berwenang Kiev, Ukraina telah menerima lebih dari 50 ribu terminal Starlink sejak 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun lalu, Elon Musk menyebut layanan internet satelitnya sebagai "tulang punggung tentara Ukraina," dan mengklaim bahwa "seluruh garis depan mereka akan runtuh jika saya mematikannya."

Para pejabat di Moskow telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang persenjataan teknologi tersebut, sementara militer Rusia telah mengembangkan sarana peperangan elektronik yang efektif untuk mengganggu sinyal Starlink.

Jembatan penghubung China-Korut

Jembatan Baru China-Korut Dibuka, Persaingan Pengaruh dengan Rusia Jadi Sorotan

Setelah tertunda lebih dari satu decade, jembatan baru Sungai Yalu yang menghubungkan China dan Korea Utara akhirnya dibuka pada Kamis (15/10/2026). Baca selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut