Bluetooth Resmi Dilarang

Bluetooth.
Sumber :
  • Flickr/Brad Wilmot

Jakarta, VIVA – Bluetooth resmi dilarang. Badan intelijen negara mengingatkan bahwa teknologi tersebut bisa dipakai untuk menyadap di tengah ancaman aneksasi Greenland oleh Amerika Serikat (AS).

img_title AS Wajibkan Greenland Tetap di NATO Jika Merdeka

Pemerintah dan badan intelijen negara yang melarang penggunaan Bluetooth adalah Denmark, seperti dikutip dari situs Russia Today, Jumat, 23 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam memo internal yang diedarkan pada akhir pekan lalu, Badan Intelijen Denmark (FE) memperingatkan instansi pemerintah dan distrik kepolisian tentang risiko pengawasan yang ditimbulkan oleh aksesori audio nirkabel yang terhubung melalui Bluetooth, seperti Airpods dan headphone, earbud, serta speaker lainnya.

img_title Trump Klaim AS Kini Pegang Kendali Greenland

Pemberitahuan tersebut merekomendasikan agar semua pegawai kepolisian menonaktifkan Bluetooth pada ponsel pintar (smartphone), tablet, dan komputer yang digunakan untuk bekerja hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sumber-sumber di dalam kepolisian mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa peringatan mendesak itu kemungkinan berasal dari “insiden atau kecurigaan yang sangat konkret,” dan mencatat tingkat keseriusan arahan yang tidak biasa.

img_title Donald Trump Ancam Rebut Greenland, Denmark Kirim Ratusan Pasukan

Badan Intelijen Denmark mengatakan bahwa mereka menyampaikan kerentanan teknis yang dipublikasikan oleh para peneliti keamanan, tetapi menurut Ingenioren, waktunya menunjukkan peningkatan kekhawatiran keamanan.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington DC dan Kopenhagen terkait kampanye Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok Greenland – wilayah otonom Denmark dengan populasi sekitar 56 ribu orang.

Trump telah membingkai akuisisi pulau itu sebagai keharusan keamanan nasional untuk melawan Rusia dan China di Arktik – sebuah klaim yang secara konsisten dibantah oleh para pejabat di Kopenhagen, Beijing, dan Moskow sebagai tidak berdasar.

Pekan lalu, Donald Trump mengumumkan tarif 10 persen untuk delapan negara Uni Eropa dan NATO, termasuk Denmark, karena menentang tawarannya dan mengirimkan pasukan simbolis ke pulau tersebut.

Ia menambahkan bahwa tarif akan naik menjadi 25 persen pada Juni 2026 hingga "pembelian lengkap dan total" tercapai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pemimpin Uni Eropa mengecam Trump sebagai "pemerasan" yang berisiko menyebabkan "spiral penurunan yang berbahaya".

Delapan negara NATO itu kini sedang mempersiapkan langkah-langkah perdagangan balasan, sementara Denmark dan Greenland bersikeras bahwa pulau itu tidak untuk dijual.

Cristiano Ronaldo Menyerahkan Ban kapten kepada Bruno Fernandes

Cristiano Ronaldo Buka Suara atas Putusannya Tinggalkan Skuad Tim Nasional Portugal

Cristiano Ronaldo tidak lagi bungkam atas keputusannya meninggalkan skuad tim nasional Portugal di UEFA Nations League. Ronaldo sebut Jorge Jesus ingkar janji.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut