Singapura Melirik Luar Angkasa
- NASA
NSAS juga akan mengembangkan legislasi dan regulasi untuk sektor antariksa, yang bertujuan untuk mendukung inovasi dan bisnis, sekaligus memenuhi standar tinggi untuk keselamatan dan keberlanjutan antariksa.
Pedoman untuk kegiatan luar angkasa yang terkait dengan Singapura pertama kali ditetapkan pada 2024, mencakup pendaftaran objek luar angkasa dan memastikan keselamatan serta keberlanjutan ruang angkasa.
NSAS juga akan memperluas pekerjaan Kantor Teknologi dan Industri Antariksa (OSTIn) di bawah Dewan Pengembangan Ekonomi, yang sejak 2013 telah memimpin upaya untuk membangun sektor teknologi antariksa Singapura.
Ke depannya, Singapura akan berinvestasi di bidang-bidang baru, seperti teknologi iklim dan keberlanjutan, khususnya penginderaan jauh satelit untuk pemantauan karbon, teknologi keberlanjutan ruang angkasa, termasuk kesadaran situasional ruang angkasa dan pendekatan untuk remediasi puing-puing antariksa, dan penelitian mikrogravitasi di ruang angkasa untuk memajukan ilmu kesehatan manusia.
“Kami telah mengembangkan kemitraan ruang angkasa internasional yang kuat dan saling menguntungkan. Ini termasuk kerja sama dengan pemain terkemuka di bidang antariksa seperti Badan Antariksa Eropa dan IN-SPACe dari India. Ambisi luar angkasa Singapura mencerminkan lebih dari sekadar aspirasi teknologi,” tutur Tan.