Indosat Siaga Jelang 'Ledakan' Lebaran

Senior Vice President Head of Network Operation Indosat Raden Tofan (kedua kanan).
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Jakarta, VIVA - Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi di 77 jalur mudik Lebaran yang berpotensi mengalami lonjakan trafik.

img_title Inovasi Korlantas Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diganjar Penghargaan Menhub

Senior Vice President Head of Network Operation Indosat Raden Tofan memprediksi terjadi lonjakan trafik telekomunikasi sekitar 18 persen. Menurutnya, puncak trafik diperkirakan terjadi pada H+1 atau H+2 Lebaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Biasanya puncaknya itu di H+1 atau H+2. Jadi, bukan di hari H karena fokusnya ibadah, silaturahim," katanya di Jakarta, Jumat malam, 20 Februari 2026. Ia juga memprediksi sebanyak 14 juta pelanggannya akan melaksanakan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.

img_title Bos Indosat Ungkap Kunci Utama agar Bisnis Tak Tumbang Dihantam Serangan Siber

Oleh karena itu, dirinya memastikan keandalan jaringan di 77 jalur mudik yang terdiri dari 36 jalur tol, 31 jalur non-tol, dan 10 jalur kereta api. "Rute yang kami siapkan ada 8.100 kilometer yang terdiri dari 77 rute, itu tersebar di 13 kota," ujar Tofan.

Jangkauan jaringan Indosat di jalur mudik Lebaran mencakup sejumlah kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Aceh, Medan, Palembang, Medan, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, dan Manado.

img_title Arus Mudik dan Balik Lebaran 2 Tahun Terakhir Berjalan Lancar, Hal Ini Jadi Kuncinya

Selain di jalur mudik Lebaran, Indosat juga memastikan kesiapan jaringan di 797 titik strategis atau point of interest (POI) seperti terminal, stasiun, bandara, tempat wisata, hingga destinasi tujuan mudik.

Untuk memastikan keandalan jaringan selama periode mudik Lebaran, Indosat menyiapkan 2.500 teknisi yang bersiaga selama 24 jam setiap hari. "Ada posko siaga juga. Kami berkolaborasi dengan pemerintah jadi kita tentukan sekitar 16 posko bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi)," jelas Tofan.

Indosat juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi pemantauan jaringan dan respons di lapangan. Sistem pemantauan jaringan Indosat kini didukung dengan data historis selama lima tahun yang dianalisis secara akurat menggunakan AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecerdasan buatan juga dimanfaatkan untuk mendukung kinerja teknisi di lapangan. Indosat menghadirkan sistem asisten digital berbasis AI yang memungkinkan teknisi menemukan solusi terkait kondisi jaringan di lapangan dan langkah penanganan apabila mengalami gangguan.

Bukan itu saja. Indosat melaporkan kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara telah pulih sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut