Investasi RI Terintegrasi dengan Kompleks Imam Bukhari yang Berbasis Teknologi Digital

Imam Bukhari.
Sumber :
  • U-Report

Jakarta, VIVAUzbekistan dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam. Banyak ulama besar lahir dari wilayah ini, termasuk Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi. Karya Imam Bukhari, Sahih al-Bukhari, menjadi salah satu kitab hadis paling otoritatif di dunia.

img_title Drama Comeback RD Kongo! Bangkit dari Ketertinggalan, Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Akhirnya Diamankan

Pemerintah Uzbekistan merampungkan pembangunan ulang Kompleks Memorial Imam Bukhari di Samarkand, yang kini tampil megah dan modern. Presiden Shavkat Mirziyoyev langsung meninjau hasil pembangunan tersebut, yang disebut sebagai simbol kebangkitan “New Uzbekistan”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Revitalisasi ini dilakukan untuk menghormati sosok Imam Bukhari, ulama besar pengumpul hadis yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam. Tak hanya menjadi tempat ziarah, kawasan ini juga dirancang sebagai pusat edukasi dan pengembangan spiritual.

img_title Korea Selatan Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai Uzbekistan Dilindas RD Kongo 1-3, Iran di Ujung Tanduk

Kompleks yang kini membentang di area seluas 45 hektare ini menjadi salah satu ikon baru di Samarkand, dengan kapasitas kunjungan hingga sekitar 65 ribu orang per hari.

Di dalamnya berdiri masjid besar dengan kapasitas hingga 10 ribu jemaah, lengkap dengan bangunan administrasi dan aivan (serambi khas) bergaya nasional yang ditopang 154 pilar.

img_title Portugal Gagal Jadi Juara Grup, RD Kongo Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 dan Singkirkan Korea Selatan

Daya tarik lainnya adalah museum modern yang terdiri dari sembilan paviliun. Dengan dukungan teknologi digital, museum ini menghadirkan perjalanan hidup Imam Bukhari, kontribusinya dalam ilmu hadis hingga sejarah Islam secara luas, serta dukungan jaringan telekomunikasi lengkap dan kawasan yang tertata rapi.

Samarkand, Uzbekistan.

Photo :
  • UNCESCO World Heritage Centre

Melihat potensi besar itu, Hotel Kampoeng Indonesia resmi melakukan soft opening di kawasan Kompleks Memorial Imam Bukhari, Samarkand, Uzbekistan.

Hotel bintang 3 ini menjadi akomodasi pertama yang beroperasi di area yang terus berkembang sebagai destinasi utama wisata religi dan ziarah dari berbagai negara.

Kehadiran hotel ini mendapatkan sambutan positif dari Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, yang menilai investasi tersebut sebagai bentuk penguatan hubungan ekonomi dan persahabatan kedua negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, kehadiran Hotel Kampoeng Indonesia juga diharapkan semakin mempererat konektivitas kedua negara, khususnya dalam sektor pariwisata dan investasi.

Prosesi soft opening Hotel Kampoeng Indonesia ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin, Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov, serta Kepala Eksekutif EGI Resources Erslan Gazali Ibrahim.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut