Jadi Pengawal Ruang Digital Indonesia

Menkomdigi Meutya Hafid.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VIVA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak generasi muda khususnya lulusan perguruan tinggi menjadi penjaga ruang digital Indonesia.

img_title Kepmen Komdigi Nomor 127 Tahun 2026 Ramai Disorot, Konten Tertentu Wajib Takedown dalam 4 Jam

"Di era post-truth, tantangan kita bukan lagi pada akses informasi, tetapi pada kualitasnya. Karena itu, para wisudawan harus bisa berperan juga sebagai agen perubahan dan menjadi pandu-pandu literasi digital di daerahnya masing-masing," katanya, Minggu, 26 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi yang deras pada era digital menciptakan tantangan baru berupa banjir informasi dan bahkan muncul misinformasi. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut berperan aktif tidak hanya sebagai pengguna teknologi tapi sebagai agen perubahan untuk menjaga kualitas informasi di ruang digital.

img_title Menkomdigi Buka Suara soal Ancaman Pemutusan Kabel Internet RI oleh Politisi Singapura

Menkomdigi mengatakan pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengurangi risiko paparan konten negatif melalui regulasi yang adaptif, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas, yang membatasi akses platform digital berisiko bagi anak di bawah usia 16 tahun.

"Kami ingin menyampaikan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk juga menjadi duta-duta Tunas yang bisa membantu pemerintah menjaga keberlangsungan anak-anak kita agar mereka bisa hidup di ranah digital dan mendapatkan yang terbaik dan mengeluarkan yang mudarat," jelas Meutya.

img_title Menkomdigi Bantah Batasi Konten Karhutla

Tingkat adopsi teknologi yang tinggi di Indonesia menjadi kekuatan sekaligus tantangan. Pada satu sisi, adopsi itu menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi, namun pada sisi lain masyarakat memerlukan penguatan literasi digital dan kesadaran etika dalam penggunaan teknologi, termasuk soal kecerdasan buatan atau AI.

Pengelolaan ruang digital nasional, kata Menkomdigi, bertumpu kepada prinsip kehati-hatian dan keterjagaan. Negara memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, transparansi dan kepentingan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita tetap harus berhati-hati agar adopsi AI diikuti dengan rasa tanggung jawab, rasa keamanan, etika, transparansi, dan orientasi pada kepentingan manusia. Jadi meregulasi dengan ketat itu menjadi salah satu cara kita mengamankan tanpa bermusuhan dengan inovasi," kata Menkomdigi.

Ia juga menegaskan bahwa negara tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan era digital dan butuh kolaborasi seluruh elemen, termasuk anak muda. Meutya mengingatkan lulusan perguruan tinggi bahwa tanggung jawab mereka tidak sebatas pada pencapaian akademik, namun justru dimulai ketika mereka terjun ke masyarakat dengan membawa misi menjaga dan membangun ruang digital Indonesia yang lebih aman, beretika dan berdaya saing (Ant)

Menkomdigi kunjungi Bali Tech Week (BTW) 2026.

Menkomdigi Kunjungi Booth TelkomGroup di BTW 2026, Tinjau Peran NeutraDC bagi Kedaulatan Ekosistem AI Data Center

Menkomdigi melihat peran operating company NeutraDC sebagai bagian dari ekosistem digital TelkomGroup dalam mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI).

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut