Rumah Pintar Makin Canggih Berkat AI

Haier di Atria MOI
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak diterapkan pada perangkat elektronik konsumen. Jika sebelumnya teknologi ini identik dengan smartphone, komputer, atau layanan digital, kini AI mulai masuk ke berbagai perangkat rumah tangga yang digunakan setiap hari.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari tren rumah pintar (smart home) yang terus berkembang. Produsen elektronik memanfaatkan AI untuk membantu perangkat bekerja lebih otomatis, mulai dari mengatur konsumsi energi hingga menyesuaikan pengoperasian berdasarkan kebutuhan pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penerapan teknologi ini tidak hanya ditemukan pada perangkat hiburan atau keamanan rumah, tetapi juga mulai merambah kategori peralatan rumah tangga seperti mesin cuci.

img_title Gara-gara AI, 25.000 PNS Terancam Kehilangan Pekerjaan!

Salah satu contoh yang diperkenalkan baru-baru ini adalah Haier L+, mesin cuci front load yang menggabungkan fungsi mencuci dan mengeringkan dalam satu siklus. Produk tersebut dibekali teknologi AI Wash yang dirancang untuk membantu mengatur proses pencucian berdasarkan kondisi pakaian yang dimasukkan ke dalam tabung.

Presiden Direktur Haier Indonesia, Yan Xuhong, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis menjadi salah satu faktor yang mendorong hadirnya teknologi otomatis pada perangkat rumah tangga.

img_title Pemilu Israel Memanas, Netanyahu Dituding Pakai AI untuk Gambarkan Antrean Pemilih Arab

"Haier L+ memungkinkan proses mencuci dan mengeringkan berjalan dalam satu siklus instan berdurasi 59 menit saja. Solusi cerdas ini menjadi jawaban bagi ritme hidup masyarakat urban yang serba cepat, tanpa harus mengorbankan kualitas hasil cucian maupun waktu berharga bersama keluarga," ujarnya, dikutip Jumat 29 Mei 2026.

Selain AI Wash, perangkat tersebut juga dilengkapi teknologi Heat Pump Drying yang digunakan untuk proses pengeringan. Teknologi ini banyak digunakan pada mesin cuci modern karena dinilai lebih efisien dalam mengelola suhu selama proses pengeringan.

Penerapan AI pada mesin cuci menunjukkan perubahan fungsi perangkat rumah tangga dari yang sebelumnya hanya menjalankan perintah pengguna menjadi mampu melakukan sejumlah penyesuaian secara otomatis. Tujuannya adalah untuk mengurangi campur tangan pengguna dalam menentukan pengaturan pencucian.

Haier L+ juga dibekali sejumlah fitur lain seperti i-Refresh Smart Steam Care berbasis uap, sistem sterilisasi untuk mendukung kebersihan pakaian, serta layar sentuh berukuran 10,1 inci sebagai pusat pengoperasian perangkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara industri, kehadiran fitur-fitur semacam ini mencerminkan arah perkembangan perangkat rumah tangga yang semakin mengandalkan sensor, perangkat lunak, dan AI. Tren tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap perangkat yang lebih praktis dan terintegrasi.

Tidak hanya pada mesin cuci, teknologi AI saat ini juga mulai diterapkan pada kulkas, pendingin ruangan, hingga perangkat pembersih rumah. Hal ini menunjukkan bahwa konsep rumah pintar kini tidak lagi terbatas pada konektivitas internet, tetapi juga kemampuan perangkat untuk melakukan penyesuaian secara otomatis berdasarkan data yang diterima selama digunakan.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Trump akan melarang penggunaan istilah "kecerdasan artifisial" (AI) dalam waktu dekat usai ia menyatakan lebih memilih istilah "kecerdasan super" (super intelligence)

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut