Babak Baru Transformasi Digital, AI Jadi Prioritas

Ekosistem Intelligent Core
Sumber :
  • Lintasarta

Jakarta, VIVA – Transformasi digital di Indonesia memasuki fase baru. Jika beberapa tahun lalu perusahaan fokus membangun konektivitas, migrasi ke cloud, dan digitalisasi layanan, kini perhatian mulai bergeser ke pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan peluang bisnis baru.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

Perkembangan teknologi AI yang semakin cepat membuat banyak organisasi berlomba mengadopsinya dalam berbagai aspek operasional. Mulai dari analisis data, layanan pelanggan, keamanan siber, hingga pengambilan keputusan bisnis kini mulai memanfaatkan kemampuan teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, implementasi AI tidak sesederhana memasang aplikasi atau menggunakan model AI terbaru. Perusahaan juga membutuhkan fondasi digital yang kuat agar teknologi tersebut dapat berjalan secara optimal, aman, dan menghasilkan manfaat yang nyata.

img_title Trump Larang Penggunaan Istilah AI, Diganti Jadi Super Intelligence

Kebutuhan tersebut muncul karena AI bergantung pada berbagai komponen pendukung seperti infrastruktur komputasi, konektivitas, penyimpanan data, serta sistem keamanan yang saling terintegrasi. Tanpa fondasi yang memadai, potensi AI sulit dimaksimalkan.

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menilai perusahaan saat ini membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan berbagai teknologi menjadi hasil bisnis yang konkret. Menurutnya, adopsi AI harus didukung oleh ekosistem digital yang terintegrasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi organisasi.

img_title Microsoft Tawarkan Program Pengunduran Diri Sukarela ke 60.000 Karyawan, Gara-gara Mau Diganti AI?

"Di era AI, perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan teknologi menjadi hasil bisnis yang nyata," ujarnya, dikutip Jumat 19 Juni 2026.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperkenalkan Intelligent Core yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, keamanan siber, dan kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem digital. Pendekatan ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi kompleksitas teknologi yang semakin tinggi.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital telah memasuki tahap yang berbeda. Jika sebelumnya fokus utama berada pada digitalisasi proses bisnis, kini perusahaan mulai mencari cara agar teknologi AI dapat memberikan dampak yang lebih terukur terhadap produktivitas dan pertumbuhan usaha.

Perubahan itu juga terlihat dari munculnya berbagai solusi yang dirancang khusus untuk sektor industri tertentu. Perbankan, pemerintahan, manufaktur, layanan kesehatan, hingga ritel memiliki kebutuhan berbeda dalam mengadopsi teknologi AI dan memanfaatkan data secara maksimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sektor perbankan misalnya, perhatian utama tertuju pada keamanan data dan efisiensi layanan. Sementara di sektor manufaktur, AI banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, memantau proses produksi, dan mengurangi potensi gangguan operasional.

Seiring meningkatnya adopsi AI, isu kedaulatan data juga semakin mendapat perhatian. Banyak organisasi kini tidak hanya memikirkan inovasi, tetapi juga memastikan data dan sistem yang digunakan tetap aman serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ilustrasi Mahasiswa Belajar Teknologi AI

Buka Akses Teknologi, Puluhan Ribu Mahasiswa Lintas Jurusan Dibekali Ilmu Kuasai AI

Akselerasi pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era digital saat ini menuntut kesiapan talenta muda yang menjadi garda terdepan.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut