Dikasih AI, TV Bisa Ngobrol dengan AC

Ilustrasi TV Pintar.
Sumber :
  • The Drum

Jakarta, VIVA – Televisi kini tidak lagi sekadar menjadi perangkat hiburan untuk menikmati film, serial, atau siaran olahraga. Berkat perkembangan kecerdasan buatan (AI), perangkat tersebut mulai bertransformasi menjadi pusat kendali berbagai perangkat elektronik di dalam rumah.

img_title Bill Gates Ingatkan AI Picu Pergolakan Terbesar dalam Sejarah Manusia

Tren ini terlihat dari hadirnya berbagai perangkat rumah tangga pintar yang saling terhubung dalam satu ekosistem. Melalui integrasi tersebut, aktivitas yang sebelumnya harus dilakukan secara manual kini dapat berjalan otomatis sesuai kebutuhan pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu inovasi terbaru datang dari LG Electronics Indonesia yang memperkenalkan ekosistem perangkat berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan televisi berkomunikasi dengan perangkat lain, termasuk pendingin ruangan atau AC.

img_title AI Generasi Berikutnya Mulai Berubah, Ada Perkembangan Teknologi yang Jarang Dibahas

Ketika pengguna mulai menonton film atau menikmati konten tertentu, televisi dapat mengirimkan perintah otomatis agar AC menyesuaikan suhu ruangan. Dengan begitu, kenyamanan dapat tercipta tanpa perlu mengoperasikan beberapa perangkat secara terpisah.

Konsep tersebut menjadi gambaran perkembangan teknologi rumah pintar yang semakin matang. Bukan hanya menghadirkan kemudahan, sistem yang saling terhubung juga dirancang untuk membuat penggunaan perangkat elektronik menjadi lebih efisien.

img_title Bill Gates Peringatkan Dampak AI, Ekonomi dan Kehidupan Bisa Berubah dalam 20 Tahun ke Depan

Selain AC, perangkat lain seperti penjernih udara juga dapat beroperasi secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan yang terdeteksi secara real-time. Kualitas udara yang berubah dapat langsung memicu penyesuaian performa perangkat tanpa campur tangan pengguna.

Menurut President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, kecerdasan buatan kini tidak lagi diposisikan sebagai fitur tambahan. Teknologi tersebut telah menjadi fondasi utama yang menghubungkan berbagai perangkat dalam satu ekosistem.

"Kami ingin membuktikan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur, melainkan jantung dari seluruh ekosistem semua produk," ujarnya, dikutip Minggu 21 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sektor televisi, perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu juga menghadirkan teknologi perintah suara yang dirancang untuk memahami bahasa Indonesia secara lebih natural. Pengguna tidak harus menggunakan kalimat yang kaku atau perintah khusus saat berinteraksi dengan perangkat.

Kemampuan tersebut didukung sistem yang dikembangkan agar dapat memahami percakapan sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan membuat interaksi antara manusia dan perangkat elektronik terasa lebih alami.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut