Teknologi Face Recognition Jadi Standar Baru Naik Kereta

Kereta api
Sumber :
  • KAI

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara masyarakat menggunakan transportasi publik. Salah satu inovasi yang kini semakin banyak diterapkan adalah face recognition atau pengenalan wajah sebagai pengganti pemeriksaan identitas secara manual saat proses boarding kereta.

img_title Generasi Muda Kini Makin Akrab dengan Transaksi Digital

Melalui teknologi ini, penumpang tidak lagi harus menunjukkan tiket maupun kartu identitas kepada petugas. Sistem akan mencocokkan wajah penumpang dengan data yang telah terdaftar sehingga proses masuk ke area keberangkatan dapat berlangsung lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penerapan teknologi biometrik tersebut menjadi bagian dari transformasi digital yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Selain menghadirkan proses yang lebih praktis, perusahaan juga mulai mengintegrasikan berbagai layanan digital, mulai dari pembelian tiket, pembayaran non-tunai, hingga pelacakan perjalanan secara real time.

img_title CTO Danantara sebut Kerja Sama Teknologi Jangan Berhenti di MoU! Mind Id Lakukan Hal Ini

Akademisi dan Pengamat Transportasi Darat, Djoko Setijowarno, menilai transformasi layanan kereta api dilakukan secara bertahap melalui pembenahan internal sebelum akhirnya menghadirkan berbagai inovasi yang langsung dirasakan pelanggan.

"Transformasi dimulai dari dalam organisasi sebelum diberikan kepada pelanggan. Pendekatan ini lebih efektif dibanding melakukan perubahan eksternal tanpa didukung pembenahan internal. Hasilnya pun telah terlihat dan didukung oleh pelanggan," ujarnya, dikutip Jumat 10 Juli 2026.

img_title Aset Digital Semakin Bernilai, Ini Cara Memperkuat Keamanan Akun agar Tidak Mudah Dibobol

Meski menawarkan kemudahan, penggunaan teknologi pengenalan wajah juga memunculkan pertanyaan mengenai keamanan data pribadi. Berbeda dengan kata sandi yang dapat diganti sewaktu-waktu, data biometrik seperti wajah bersifat unik dan melekat pada setiap individu sehingga membutuhkan perlindungan yang jauh lebih ketat.

Dalam sistem biometrik modern, wajah pengguna umumnya tidak disimpan dalam bentuk foto biasa. Kamera akan menangkap karakteristik wajah, kemudian mengubahnya menjadi template digital yang telah dienkripsi agar tidak mudah disalahgunakan apabila terjadi kebocoran data.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, pemrosesan data biometrik termasuk kategori data pribadi yang memiliki perlindungan khusus. Pengelola layanan wajib memperoleh persetujuan pengguna, menjaga keamanan penyimpanan data, serta memastikan data tersebut tidak digunakan di luar tujuan yang telah disampaikan kepada pemiliknya.

Di sisi lain, penggunaan face recognition juga menawarkan sejumlah keuntungan. Selain mempercepat antrean boarding, teknologi ini mampu mengurangi kesalahan verifikasi identitas, meminimalkan kontak fisik, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di stasiun yang melayani ribuan penumpang setiap hari.

Ilustrasi AI

AI Memberi Guru Ruang untuk Bereksperimen Belajar Siswa

AI membantu guru bereksperimen dengan metode belajar kreatif, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, dan meningkatkan interaksi kelas, tanpa mengabaikan peran guru.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut