Selamat Bertugas John Ternus
- REUTERS/David Swanson
Apple menghadapi penundaan dalam peningkatan Siri yang lebih ambisius, sementara Google, OpenAI, Microsoft, dan lainnya telah bergerak cepat ke arah AI generatif dan agen AI.
Para analis teknologi melihat pertumbuhan AI dan rantai pasokan Apple di China sebagai dua tantangan terbesar bagi John Ternus. Seorang analis menggambarkan dirinya sebagai pakar perangkat keras (hardware) yang kini harus meningkatkan strategi AI Apple.
Hal ini menciptakan tantangan yang sangat sulit. Keunggulan historis Apple adalah integrasi yang erat antara perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan.
Jika kecerdasan yang mendukung Siri dan fitur AI lainnya semakin banyak berasal dari mitra eksternal, Apple berisiko kehilangan sebagian dari keunggulan tersebut.
Produk Apple berikutnya yang bernilai triliun dolar AS?
iPhone tetap menjadi mesin penghasil pendapatan Apple. Namun pertanyaan yang menggantung di atas Ternus sangat sederhana: Apa selanjutnya? Para analis telah lama berpendapat bahwa Apple perlu melakukan diversifikasi di luar iPhone.
The Guardian mencatat bahwa John Ternus akan berada di bawah tekanan untuk meningkatkan posisi AI Apple dan melakukan diversifikasi perusahaan agar tidak terlalu bergantung pada iPhone.
Perusahaan tersebut telah bereksperimen dengan Vision Pro, layanan, perangkat wearable, dan kategori lainnya. Namun, belum ada yang menghasilkan terobosan sebesar iPhone.
Hal ini membuat iPhone lipat, ketika akhirnya dirilis, menjadi sangat penting. Ini bukan sekadar perubahan bentuk.
Ini adalah kesempatan pertama John Ternus untuk menunjukkan bahwa Apple masih dapat menciptakan kategori produk premium baru, bukan hanya sekadar menyempurnakan kategori yang sudah ada.
Apakah Apple masih bisa mengejutkan orang? Ini mungkin tantangan budaya terpenting bagi Ternus. Apple telah sangat sukses dalam menyempurnakan produk. Tetapi mitologi perusahaan dibangun di atas sesuatu yang lain: kejutan. Ini berlaku untuk Mac, iPod, iPhone, iPad, AirPods, dan Apple Watch.