Kenali PM10 dan PM2,5 dalam Abu Vulkanik, Apa Bedanya?
- ANTARA/HO-Humas Polres Bogor
Jika harus berada di luar ruangan atau membersihkan abu, masyarakat disarankan menggunakan masker respirator partikulat seperti KN95, N95, atau standar setara.
Masker perlu digunakan dengan benar dengan memastikan bagian hidung dan mulut tertutup rapat serta tidak terdapat celah besar di sisi masker. Bagi penderita asma, PPOK, atau penyakit paru kronis lainnya, obat rutin maupun inhaler tetap digunakan sesuai anjuran dokter.
Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan tenggorokan kering atau teriritasi. Konsumsi air putih yang cukup dapat membantu menjaga hidrasi dan mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Sondang mengatakan keluhan akibat paparan abu dapat bersifat sementara dan membaik setelah paparan dihentikan. Namun, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila keluhan menetap atau memburuk.
"Apabila keluhan menetap, semakin berat, atau terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit paru sebelumnya, pemeriksaan diperlukan untuk menentukan apakah terdapat gangguan saluran napas atau fungsi paru yang membutuhkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Keluhan yang perlu diperhatikan antara lain batuk atau sesak napas yang menetap atau semakin berat, mengi, rasa berat atau tidak nyaman di dada, serta menurunnya toleransi terhadap aktivitas (Ant)