Satu Browser, Lima Fungsi

Ilustrasi smartphone atau ponsel pintar.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA - Bagi masyarakat Indonesia, smartphone menjadi tempat di mana kegiatan sehari-hari dilakukan. Mulai dari browsing, menonton video, bekerja, belanja, kehidupan digital semua dilakukan via smartphone.

img_title Nggak Perlu Flagship! 10 HP Murah dengan Spesifikasi Seimbang Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis untuk Usia 40 Tahun

Menurut laporan We are Social’s Digital 2025: Indonesia, orang Indonesia menghabiskan rata-rata 4 jam 38 menit sehari untuk menggunakan internet via smartphone, dan smartphone menyumbang 71,93 persen traffic web di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tidak semua smartphone hadir dengan kemampuan yang sama. Dengan smartphone entry-level dan midrange yang banyak digunakan, pengguna mengharapkan perangkat mereka bisa melakukan lebih banyak hal.

img_title Dari Membaca hingga Bekerja, Ini 5 Alasan HP Lipat Bisa Lebih Nyaman untuk Aktivitas Harian

Artinya, kata “smart” bukan lagi soal menambah lebih banyak aplikasi, tapi bagaimana memaksimalkan aplikasi yang sudah ada di perangkat tiap penggunanya.

Salah satunya adalah aplikasi browser, yang sering kali menjadi pintu utama untuk mencari informasi dan menjalankan aktivitas digital sehari-hari. Opera, browser yang dikenal cepat dan ringan, melakukan survei di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 2.000 responden.

img_title Kenapa HP Bisa Terbakar atau Meledak? Ini Penjelasan tentang Baterai Lithium-Ion yang Perlu Dipahami

Survei ini bertujuan untuk memahami lebih jauh bagaimana pengguna mereka beraktivitas, serta cara mereka memanfaatkan berbagai fitur di dalamnya guna mendukung aktivitas digital sehari-hari.

Dari survei Opera, kecepatan menjadi alasan nomor satu pengguna memilih browser mereka. Ini menunjukkan bahwa pengguna memang mencari pengalaman browsing yang cepat dan ringan pada smartphone, terutama pada perangkat dengan kemampuan yang lebih terbatas.

Menurut survei Opera, 63 persen responden merupakan pengguna smartphone entry-level dan kelas midrange, yakni perangkat yang memiliki harga di bawah Rp3 juta (sekitar US$185). Angka ini menunjukkan bahwa perangkat dengan harga terjangkau masih banyak digunakan oleh pengguna Opera di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren tersebut juga sejalan dengan kondisi pasar secara umum. Berdasarkan riset Counterpoint untuk Q2 2025, segmen smartphone di bawah US$150 tumbuh 3 persen secara tahunan, menunjukkan bahwa perangkat terjangkau masih menjadi bagian penting dari pasar.

Meski hadir dengan spesifikasi yang lebih sederhana, smartphone tetap dituntut untuk bisa melakukan banyak hal setiap harinya. Mulai dari bekerja, belanja, dan kegiatan di media sosial, mereka membutuhkan perangkat yang mampu menangani aktivitas tanpa mengorbankan kecepatan dan performa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut