Mengintip Teknologi Kamera Variable Aperture pada Kamera iPhone 18 Pro Series Terbaru
- Digimap
Jakarta, VIVA –Salah satu distributor Apple di Indonesia, iBox memastikan dua ponsel anyarnya, iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max kini terkonfirmasi resmi masuk ke Indonesia. Iphone sendiri baru meluncurkan dua ponsel tersebut pada September lalu. Salah satu yang dikulik oleh konsumen Indonesia adalah teknologi variable aperture pada kamera iPhone 18 Pro series.
Dengan teknologi ini kemampuan mengambil gambar dari ponsel setara dengan kamera DSLR atau mirrorless.Yang berbeda adalah teknologi ini memungkinkan lensa kamera utama (Fusion 48 MP) mengubah ukuran bukaan diafragmanya secara fisik. Maksudnya, jika pada iPhone generasi sebelumnya bukaan lensa bersifat statis (tetap), maka bukaan kamera iPhone 18 Pro kini menggunakan 6 bilah mekanis yang dipotong dengan laser. Dengan rotor mini, bilah akan membesarkan atau mengecilkan lubang masuknya cahaya secara nyata.Teknologi ini mirip dengan kamera DSLR atau mirrorless.
Ada menu Pro Controls yang menyediakan empat tingkatan bukaan lensa (f-stop) yang bisa disesuaikan otomatis maupun manual. Pada bukaan terbesar f/1.48 lensa membuka sangat lebar yang mampu menangkap 50 persen cahaya lebih banyak. Dengan bukaan ini kamera sangat ideal untuk memotret di malam hari (low-light) agar minim noise, serta menghasilkan efek blur latar belakang (bokeh) murni secara optik yang sangat halus (creamy).
Pada bukaan menengah f/1.8 dan f/2.8, sangat baik untuk pemotretan sehari-hari atau kondisi ruangan dengan pencahayaan normal. Sementara dengan bukaan terkecil, f/4.0, lubang lensa menyempit sehingga efek bokeh akan hilang, namun area fokusnya menjadi sangat luas. Sangat cocok untuk memotret pemandangan (landscape) atau foto grup agar semua objek dari depan hingga belakang terlihat tajam dan tidak kabur.
Kehadiran variable aperture ini sangat menjawab kebutuhan dan perilaku unik konsumen gadget di Indonesia yang sangat aktif di platform visual seperti Instagram Reels dan TikTok. Selama ini, efek bokeh pada Portrait Mode atau Cinematic Mode dihasilkan lewat rekayasa software (AI) yang terkadang terlihat tidak rapi. Dengan Variable Aperture, konsumen bisa menghasilkan video dan foto dengan bokeh optik alami yang instan dan estetik layaknya kamera sinematik mahal.
Â