Chipset HP Makin Canggih! Persaingan Qualcomm, MediaTek, dan Samsung Memanas
- YouTube/UtsavTechie
Dengan semakin banyak produsen smartphone menggunakan Dimensity, persaingan di segmen premium menjadi semakin terbuka.
Samsung Bangkit Lewat Exynos
Samsung memiliki strategi berbeda karena tidak hanya membuat smartphone, tetapi juga mengembangkan chipset Exynos sendiri.
Exynos 2600 menjadi salah satu contoh upaya Samsung memperkuat posisi di industri chipset. Berdasarkan data Counterpoint Research, pertumbuhan pengiriman Exynos pada kuartal II 2026 didorong oleh penggunaan chipset tersebut pada perangkat premium, termasuk Galaxy S26 di sejumlah pasar.
Samsung juga menjadi salah satu perusahaan yang bergerak lebih awal menuju fabrikasi 2 nanometer untuk chipset smartphone. Menurut Counterpoint Research, Samsung menjadi perusahaan pertama yang menggunakan Exynos berbasis 2 nanometer pada Galaxy S26.
Perkembangan ini penting karena ukuran fabrikasi yang semakin kecil berpotensi membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan ruang untuk menambah kemampuan pemrosesan.
Persaingan Tidak Lagi Sekadar Soal Kecepatan
Menariknya, pertarungan chipset sekarang tidak bisa hanya dilihat dari angka benchmark. Produsen harus menyeimbangkan performa, konsumsi daya, kemampuan AI, kamera, konektivitas, dan gaming.
Counterpoint mencatat pengiriman smartphone SoC global turun 15 persen secara tahunan pada semester pertama 2026. Namun, pengiriman SoC untuk smartphone dengan kemampuan GenAI justru tumbuh 24 persen.
Artinya, AI semakin menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan chipset. Ke depan, pengguna kemungkinan akan semakin sering melihat fitur AI yang diproses langsung oleh smartphone, tanpa selalu bergantung pada server cloud.