3 Negara Besar Punya Urusan dengan Alien
- NBC News
Amerika Serikat, VIVA – Misteri keberadaan alien kembali menjadi sorotan di tengah persaingan Amerika Serikat, China, dan Rusia. Kali ini, pertarungan ketiga negara besar tersebut tidak hanya dikaitkan dengan kekuatan militer dan senjata nuklir, tetapi juga keterbukaan informasi mengenai fenomena benda terbang tak dikenal atau unidentified flying object(UFO).
Anggota Kongres Amerika Serikat, Eric Burlison, memperingatkan bahwa Washington berisiko kehilangan keunggulan jika negara pesaingnya lebih dahulu mengungkap informasi mengenai UFO dan dugaan kehidupan di luar Bumi.
Dikutip VIVA dari New York Post, Rabu (13/10/2026), Burlison menilai pemerintah AS perlu memenuhi janji untuk membuka informasi terkait fenomena tersebut kepada publik.
Menurut dia, kegagalan mengungkap dokumen yang relevan dapat menjadi kerugian bagi Amerika Serikat, terutama jika negara lain mengambil langkah lebih terbuka.
“Kami seharusnya menjadi negara paling transparan di dunia kepada masyarakatnya,” ujar Burlison.
Ia menilai, apabila negara lain mampu memberikan informasi lebih terbuka mengenai UFO, hal itu dapat mencoreng reputasi Amerika Serikat dalam hal transparansi pemerintahan.
Burlison juga mengatakan, pengungkapan informasi dari negara lain dapat membantu memperkuat kredibilitas dokumen yang sebelumnya dirilis pemerintah AS. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak bahan untuk menilai apakah informasi tersebut benar atau sekadar disinformasi.
China dan Rusia Disebut Punya Bangkai UFO
Perhatian terhadap misteri alien juga muncul setelah David Grusch, mantan staf yang pernah bekerja dengan Burlison, menyampaikan klaim bahwa China dan Rusia memiliki UFO yang jatuh.
Pernyataan tersebut disampaikan Grusch dalam podcast Joe Rogan. Namun, klaim mengenai kepemilikan bangkai UFO itu belum disertai bukti independen yang mengonfirmasi keberadaan teknologi atau makhluk luar Bumi.
China sendiri diketahui telah menyelidiki laporan penampakan UFO. South China Morning Post pada 2021 melaporkan bahwa negara tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menganalisis fenomena penampakan yang belum teridentifikasi.
Sementara itu, dokumen mengenai penyelidikan UFO di Uni Soviet juga kembali menjadi perhatian. Jurnalis investigasi George Knapp merilis sejumlah dokumen Rusia pada Februari yang disebutnya berhasil dibawa keluar dari Uni Soviet pada 1991.
Dokumen tersebut mengarah pada penyelidikan ribuan laporan UFO, meskipun pemerintah Soviet saat itu secara terbuka menyangkal keberadaan fenomena tersebut.
Persaingan membuka informasi alien juga berpotensi melibatkan Brasil. Mantan kandidat presiden sekaligus mantan menteri pertahanan Brasil, Aldo Rebelo, mengatakan negaranya akan merilis dokumen terkait jika Amerika Serikat membuka catatan mengenai dugaan insiden UFO di Varginha pada 1996.
Langkah tersebut berpotensi menambah informasi yang dapat diperiksa publik mengenai laporan fenomena UFO di berbagai negara.
Meski demikian, keterbukaan dokumen mengenai UFO tidak otomatis membuktikan keberadaan alien. Hingga kini, klaim tentang bangkai pesawat luar angkasa maupun makhluk dari luar Bumi masih memerlukan bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Persaingan AS, China, dan Rusia dalam mengungkap informasi tersebut pada akhirnya bukan hanya menyangkut misteri kehidupan di luar Bumi, tetapi juga soal kredibilitas pemerintah di mata masyarakatnya.