Ledakan AI dan Cloud Computing Membawa Peluang Baru Bagi Data Center
- Pexels/Tara Winstead
Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap pengolahan dan penyimpanan data terus meningkat. Berbagai layanan yang digunakan sehari-hari, mulai dari aplikasi berbasis internet, platform digital, hingga layanan komputasi awan atau cloud computing, membutuhkan infrastruktur yang mampu mengelola data secara cepat dan andal.
Kondisi tersebut semakin terlihat seiring berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi AI membutuhkan kapasitas komputasi yang besar untuk memproses informasi, menjalankan model, dan menghasilkan keluaran berdasarkan data yang tersedia. Di balik berbagai layanan tersebut, data center menjadi salah satu infrastruktur penting yang menopang ekosistem digital.
Data center atau pusat data merupakan fasilitas yang digunakan untuk menempatkan server, sistem penyimpanan, jaringan, serta berbagai perangkat pendukung untuk memproses dan mengelola data. Agar dapat beroperasi secara optimal, fasilitas ini membutuhkan sistem kelistrikan, pendinginan, keamanan, dan pemantauan yang dirancang sesuai kebutuhan.
Lantas, mengapa data center semakin dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi digital? Berikut VIVA telah merangkum Selasa, (20/10/2026), ada beberapa alasannya.
1. Mendukung Pertumbuhan AI dan Cloud Computing
AI dan cloud computing menjadi dua teknologi yang mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur data. AI memerlukan sumber daya komputasi untuk melatih maupun menjalankan model, sedangkan layanan cloud memungkinkan pengguna mengakses penyimpanan, aplikasi, dan kapasitas komputasi melalui jaringan internet.
Keduanya membutuhkan infrastruktur yang dapat menangani beban kerja dalam jumlah besar. Data center menyediakan tempat bagi server dan perangkat pendukung untuk menjalankan berbagai proses tersebut.
Seiring meningkatnya penggunaan AI dan layanan berbasis cloud, kebutuhan terhadap kapasitas pengolahan data juga berkembang. Karena itu, pembangunan dan pengembangan data center menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan layanan digital.
2. Menjaga Ketersediaan dan Keandalan Layanan Digital
Layanan digital membutuhkan infrastruktur yang dapat beroperasi secara konsisten. Gangguan pada sistem pengolahan data dapat memengaruhi akses terhadap aplikasi, layanan bisnis, hingga berbagai platform yang digunakan masyarakat.
Untuk mendukung keandalan operasional, data center dilengkapi sejumlah sistem pendukung, seperti pasokan listrik, pendinginan, proteksi kebakaran, dan pemantauan kondisi fasilitas. Setiap sistem memiliki fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam menjaga lingkungan operasional perangkat teknologi.
Sistem pemantauan juga membantu pengelola mengetahui kondisi fasilitas dan mengidentifikasi potensi gangguan. Dengan perencanaan, pemeliharaan, dan pengujian yang tepat, risiko gangguan operasional dapat dikelola dengan lebih baik.
3. Membutuhkan Konstruksi yang Efisien dan Presisi
Pembangunan data center tidak hanya berkaitan dengan pendirian bangunan dan pemasangan server. Berbagai komponen teknis harus dirancang, dirakit, dipasang, dan diuji agar dapat berfungsi sesuai kebutuhan.
Proses konstruksi yang kurang terkoordinasi berpotensi menimbulkan keterlambatan, ketidaksesuaian pemasangan, hingga pekerjaan ulang atau rework. Karena itu, efisiensi proses pembangunan menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan infrastruktur data center.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Design for Manufacturing and Assembly (DFMA). Metode ini mengintegrasikan proses perancangan dengan manufaktur dan perakitan agar komponen dapat disiapkan secara lebih terstruktur.
Dalam penerapannya, sejumlah komponen dapat difabrikasi dan menjalani pengujian awal di workshop sebelum dibawa ke lokasi proyek. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian, komponen tersebut dipasang di lokasi dan menjalani pengujian lanjutan.
Pendekatan ini dapat membantu mengurangi pekerjaan yang harus dilakukan langsung di lapangan, sekaligus mendukung efisiensi waktu, tenaga, dan biaya konstruksi.
4. Memerlukan Sistem Teknis yang Terintegrasi
Data center terdiri atas berbagai sistem yang harus bekerja secara terkoordinasi. Salah satunya adalah Building Management System (BMS), yaitu sistem yang digunakan untuk memantau dan mengelola berbagai aspek operasional fasilitas gedung.
Dalam lingkungan data center, BMS dapat membantu memantau sistem tertentu, termasuk perangkat mekanikal dan elektrikal yang terintegrasi. Selain itu, terdapat sistem fire protection untuk mendukung perlindungan terhadap risiko kebakaran serta sistem pompa yang berperan sesuai kebutuhan operasional fasilitas.
Integrasi antarsistem perlu direncanakan dengan baik agar setiap komponen dapat menjalankan fungsinya. Pengujian sebelum dan setelah pemasangan juga diperlukan untuk memastikan sistem bekerja sesuai desain dan persyaratan teknis.
Dengan demikian, kualitas data center tidak hanya ditentukan oleh perangkat komputasi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur pendukungnya.
5. Meningkatkan Kebutuhan Tenaga Teknik yang Kompeten
Pertumbuhan industri data center turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Pekerjaan di sektor ini melibatkan berbagai bidang, seperti teknik mesin, kelistrikan, elektronika, sistem kontrol, serta pengujian dan pemeliharaan fasilitas.
Pengalaman teknis menjadi salah satu aspek penting karena pekerja perlu memahami karakteristik sistem yang digunakan dalam data center. Pengetahuan teoritis perlu dilengkapi dengan keterampilan praktik agar tenaga kerja mampu mengenali prosedur instalasi, pengujian, dan operasional sesuai standar yang berlaku.
Pelatihan berbasis praktik dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kompetensi tersebut. Melalui pendekatan ini, peserta dapat mempelajari cara kerja peralatan, memahami hubungan antarsistem, dan mengenali prosedur pemeriksaan kualitas sebelum terlibat langsung dalam proyek.
Kebutuhan pengembangan kompetensi juga mencakup lulusan baru dari sekolah kejuruan maupun perguruan tinggi. Pembekalan yang relevan dengan kebutuhan industri dapat membantu memperkecil kesenjangan antara materi pendidikan dan praktik di lapangan.
Pengembangan Infrastruktur Data Center di Indonesia
Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan industri data center seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan digital, AI, dan komputasi awan. Namun, pertumbuhan tersebut juga perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang andal, proses konstruksi yang efisien, serta ketersediaan tenaga teknik yang kompeten.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah pengembangan fasilitas pendukung konstruksi dan pelatihan teknis. PT Maxon Prime Technology meresmikan DFMA Workshop dan meluncurkan Quality Training Center di Cikarang pada 16 Oktober 2026.
Fasilitas tersebut mengintegrasikan fabrikasi, perakitan, pengujian, dan pelatihan teknis, dengan pusat pelatihan yang dilengkapi sistem beroperasi langsung atau live system. “Tujuan utamanya adalah proses instalasi konstruksi lebih cepat. Otomatis akan menghemat waktu dan cost,” ujar Project Director PT Maxon Prime Technology, Tedi Hadisaputra. Ia juga berharap pengembangan pelatihan dapat memperkuat kemampuan engineer Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan industri data center.