Generasi Muda Kini Makin Akrab dengan Transaksi Digital

Ilustrasi Investasi untuk Generasi Z
Sumber :
  • freepik.com

Jakarta, VIVA - Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat melakukan berbagai aktivitas keuangan. Jika dahulu pembayaran identik dengan uang tunai, kini generasi muda semakin terbiasa menggunakan dompet digital, mobile banking, pembayaran melalui kode QR, hingga layanan keuangan berbasis aplikasi.

img_title CTO Danantara sebut Kerja Sama Teknologi Jangan Berhenti di MoU! Mind Id Lakukan Hal Ini

Perubahan ini membuat transaksi menjadi lebih praktis, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam mengelola keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedekatan generasi muda dengan teknologi tidak selalu berarti mereka sudah memahami seluruh risiko transaksi digital.

img_title Tak Hanya Perdagangan Digital, Bisnis Perjalanan Ikut Mengerek Kinerja Emiten E-Commerce

Kemudahan membayar, berbelanja, mengirim uang, dan mengakses layanan keuangan dapat mendorong kebiasaan konsumtif apabila tidak disertai pengetahuan finansial yang memadai.

Karena itu, literasi keuangan digital menjadi kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

img_title Aset Digital Semakin Bernilai, Ini Cara Memperkuat Keamanan Akun agar Tidak Mudah Dibobol

Transaksi Digital Semakin Menjadi Kebiasaan

Penggunaan pembayaran digital terus berkembang di berbagai negara. Laporan Global Findex Database 2025 dari World Bank, dikutip VIVA Senin, (02/11/2026), mencatat bahwa survei terhadap sekitar 148.000 orang dewasa di 141 negara menunjukkan perkembangan akses dan penggunaan layanan keuangan, termasuk pembayaran digital, tabungan, serta pinjaman. Data tersebut dikumpulkan sepanjang 2024.

Sementara itu, laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada September 2025 mengungkapkan bahwa persentase masyarakat di negara berkembang yang melakukan atau menerima pembayaran digital meningkat dari 55 persen pada 2021 menjadi 62 persen pada 2024. Di negara-negara OECD, angkanya mencapai 96 persen.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa pembayaran digital semakin melekat dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang berpotensi memanfaatkan perkembangan ini karena terbiasa menggunakan smartphone dan berbagai aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Dompet digital, misalnya, memungkinkan pengguna membayar makanan, transportasi, kebutuhan hiburan, hingga belanja daring tanpa harus membawa uang tunai. Mobile banking juga memberikan kemudahan untuk memeriksa saldo, melakukan transfer, membayar tagihan, dan memantau aktivitas rekening.

Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami cara kerja layanan keuangan yang digunakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Literasi Keuangan Digital Tidak Sekadar Bisa Menggunakan Aplikasi

Literasi keuangan digital bukan hanya kemampuan mengoperasikan aplikasi pembayaran atau membuka rekening secara daring. Lebih dari itu, kemampuan ini mencakup pemahaman mengenai biaya transaksi, bunga pinjaman, keamanan data, risiko penipuan, hingga cara mengambil keputusan finansial.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut