Facebook Jadi Modus Kasus Perkosaan

Seorang remaja membuka situs jejaring sosial
Sumber :
  • Antara/ Prasetyo Utomo

VIVAnews - Jejaring sosial Facebook belakangan ini banyak dijadikan sarana bagi para pemerkosa untuk menjerat korban-korban mereka yang notabene masih berusia anak-anak dan remaja.

img_title HP Bisa Dipantau Tanpa Disadari? Ini Cara Melindungi Privasi Digital dari Ancaman LIMS

Hal ini diungkapkan oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Rabu 10 Maret 2011. Menurut Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Herlina, kasus pencabulan sering terjadi belakangan ini, melalui modus perkenalan lewat Facebook.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diawali perkenalan melalui Facebook, dilanjutkan dengan jumpa di darat, kemudian mereka berpacaran, hingga akhirnya banyak terjadi kasus pemerkosaan. "Mereka terjerumus melalui Facebook," kata Herlina. 

img_title Apes Banget, Beli Mobil di Facebook yang Datang Malah Hasil Curian

Herlina menjelaskan, modus pemerkosaan lewat Facebook ini ditempuh dengan beragam cara. Mulai dari saling kenal dan berpacaran biasa, hingga jebakan yang sudah direncanakan sebelumnya. 

Menurut Herlina, banyak anak-anak yang tidak dapat mengontrol dan menyikapi dengan baik sarana pertemanan di dunia maya seperti Facebook ini, sehingga memakan korban yang tidak sedikit. Pelakunya pun tak jarang adalah remaja.

img_title Karhutla Hanguskan 5.859 Hektare Lahan, Bareskrim Tetapkan 245 Tersangka!

Kasus pemerkosaan terakhir yang terjadi di Jawa Timur, adalah pencabulan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial AS, 18 tahun terhadap Nonik, 13 tahun. AS adalah siswa kelas III di sebuah SMA, sementara Nonik masih duduk di kelas II SMP. "AS dan Nonik saling kenal pada akhir 2010 di Facebook," jelas Herlina. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini sendiri baru terkuak saat orangtua korban melaporkan kasus ini kepada polisi. Modus kasus ini, korban sengaja dibuat mabuk oleh pelaku, dan saat tidak sadarkan diri, kemudian diperkosa. 

Kasus semacam ini yang kini tengah marak terjadi. "Sepanjang 2010, kami punya 26 kasus serupa yang ditangani unit PPA," kata Herlina. Dan dari 26 kasus tadi, 8 kasus di antaranya, pelakunya masih tergolong anak-anak atau belum genap 18 tahun. Laporan: Tudji Martudji | Surabaya (adi)

Ilustrasi hacker.

Fantastis! Segini Anggaran untuk Mengoperasikan LIMS

Berapa biaya mengoperasikan LIMS? Simak estimasi investasi sistem intersepsi komunikasi dalam rupiah, komponen biayanya, dan pentingnya pengawasan setelah kasus prabowo.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut