Facebook Akuisisi Aplikasi Ponsel Snaptu

Logo Snaptu
Sumber :

VIVAnews - Jejaring sosial Facebook baru saja mengakuisisi pembuat aplikasi ponsel asal Israel, Snaptu.

img_title WhatsApp Hadirkan Fitur Baru untuk Pengguna Android!

Seperti dikutip dari situs Mashable, Facebook mencaplok Snaptu dengan perkiraan nilai valuasi antara US$60 juta hingga US$70 juta (setara Rp526 miliar-Rp614 miliar).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akhirnya memutuskan bekerja sebagai bagian dari tim Facebook yang menawarkan peluang terbaik untuk terus berakselerasi mengembangkan produk," kata Snaptu dalam blog resminya.

img_title Poco C95 Pro Vs Xiaomi Redmi 17 4G, Hp Mana yang Lebih Layak Dibeli pada Akhir 2026?

Snaptu adalah sebuah aplikasi mobile yang dikhususkan untuk bisa berjalan di berbagai ponsel non-smartphone. Snaptu menawarkan beberapa aplikasi seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn bisa diakses dalam satu platform sekaligus.

Sejak awal tahun ini, Facebook melirik Snaptu untuk membuat aplikasi Facebook yang bisa bekerja di ponsel fitur (ponsel yang berada di bawah kelas smartphone). Aplikasi Snaptu memang memiliki pengalaman antarmuka yang mirip seperti pada smartphone.

img_title Redmi 15 vs itel S26 Ultra: Baterai Jumbo atau Layar AMOLED Lengkung, Hp Mana yang Lebih Menggoda?

Simon Davies,  Managing Director Snaptu EuropeAplikasi Facebook di Snaptu sendiri, bisa berjalan di lebih dari 2.500 ponsel, yang mencakup 80 persen dari semua ponsel yang dijual di pasaran. 

"Kami menawarkan berbagai aplikasi di platform kami, kepada ponsel-ponsel biasa, tak hanya bagi ponsel pintar (smartphone)," kata Simon Davies, Co-Founder dan Managing Director Snaptu, saat berkunjung ke kantor VIVAnews, Jakarta, akhir Desember 2010. 

Menurut Davies saat itu, Indonesia dan Asia Tenggara merupakan pasar utama Snaptu. Dari lebih 20 juta penggunanya di seluruh dunia, pengguna Snaptu asal Indonesia adalah yang terbesar, dengan lebih dari 8 juta pengguna. Snaptu mengalahkan pengguna asal India, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Asia Tenggara merupakan pasar terbesar kami, meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Karena kami memang menyasar para pengguna ponsel berfitur (non-smartphone)," kata Davies. 

Di Indonesia, Davies menambahkan, Snaptu menjajaki kerja sama dengan berbagai vendor ponsel lokal yang menggunakan chipset MTK (mediatek), antara lain Nexian, Skybee, dan TiPhone. (art)

Ilustrasi HP Lipat

HP Lipat Semakin Ramai, Persaingan Produsen Kini Tidak Hanya Soal Desain tetapi Juga Ketahanan Layar

Persaingan HP lipat di Indonesia tak lagi soal desain. Ketahanan layar fleksibel, engsel, perlindungan air, biaya perbaikan, serta layanan purnajual kini yang update.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut