SOPA Ditarik, Ancaman Baru Lain Muncul: ACTA

Ilustrasi Cybercirme
Sumber :
  • www.issa-eg.org

ISP juga akan memeriksa untuk memastikan tidak ada materi yang mengandung konten hak cipta untuk disebarluaskan, atau konten bajakan. Konten itu bisa berupa musik, gambar atau video.

img_title Sampaikan Duka, Jokowi Kenang Sosok Guruh Soekarnoputra yang Berkontribusi untuk Negara

Dengan demikian, perusahaan internet yang menyediakan tautan terhadap materi ini pun juga terancam hukuman yang diatur dalam ACTA. Ini termasuk video-sharing seperti YouTube, layanan Instant Messaging seperti Yahoo atau Gmail, juga jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena ACTA dianggap mengancam kebebasan berinternet, sejumlah lembaga seperti Electronic Frontier Foundation, juga kelompok hacktivist Anonymous terus berkampanye melakukan penolakan terhadap ACTA.

img_title Tak Lagi Mati Gaya di Udara, Wi-Fi Satelit Mulai Dibawa ke Dalam Pesawat

Dilansir dari Forbes, sejumlah negara disebut telah meratifikasi ACTA ini. Di AS sendiri aturan ini masih dalam proses, sebelum dilakukan ratifikasi di Senat. Menurut Forbes, ACTA disusun terkesan secara sembunyi-sembunyi.

Karena dianggap tidak transparan, ACTA pun ditentang oleh sejumlah negara, antara lain Brazil dan India. Kedua negara ini menganggap ACTA akan berdampak terhadap perekonomian mereka yang masih dalam tahap berkembang. Ini berarti produk suatu negara bisa jadi ikut terancam jika ada negara lain yang sudah mempatenkannya terlebih dahulu.

img_title Jaga Stabilitas Negara, RAPI Desak MK Tolak Gugatan PHPU Pilpres 2024

Di AS, penolakan terhadap ACTA terus dilakukan. Bahkan, petisi penolakan pun sudah disebar di internet.

Tapi hingga sekarang, belum diketahui sudah sejauh mana ACTA ini berproses dan bisa diterapkan. Belum diketahui pula apakah penutupan sejumlah situs file-sharing seperti Megaupload merupakan sekedar uji coba untuk melihat respon masyarakat, sebelum akhirnya ACTA diterapkan.

Garuda Indonesia menggandeng Yoowifi Indonesia meluncurkan Garuda eSIM

Penumpang Internasional Kini Bisa Punya Akses Internet di 160 Negara Tanpa Ganti Kartu SIM

Garuda Indonesia menegaskan komitmen untuk menghadirkan nilai tambah layanan penerbangan, yang menjawab kebutuhan perjalanan yang terus berkembang bagi penumpang

img_title
VIVA.co.id
8 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut