Jokowi: Fintech Bisa Putus Mata Rantai Tengkulak

Presiden Joko Widodo bertemu masyarakat di pasar murah banget
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo, menyambut positif perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi, atau Financial Technology (Fintech) di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Presiden mengatakan cocok untuk diterapkan di Indonesia. Sebab, akan mendekatkan antara produsen dengan konsumen.

img_title Kesejahteraan Petani Meningkat, Nilai Tukar Petani Tembus 132,60

Jokowi mencontohkan, komunitas petani yang tergabung ke dalam aplikasi TaniHub. Sebagai produsen, mereka bisa menjual hasil ladangnya ke konsumen seperti pengusaha hotel maupun restoran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang biasanya harus lewat empat, lima, sampai enam mata rantai, ini bisa langsung. Sehingga harga di petani bisa naik tiga hingga empat kali lipat kalau ini bisa didekatkan, karena ini memutus mata-mata rantai itu," jelas Presiden Jokowi, pada acara Peresmian Pembukaan Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFI) 2016 di BSD Tangerang, Banten, Selasa 30 Agustus 2016.

img_title Limbah Rumah Tangga Bisa Jadi Sumber Cuan Petani, Begini Caranya

Menurutnya, perkembangan aplikasi semacam ini cukup bagus. Perlu terus dikembangkan aplikasi keuangan yang inovatif, sehingga bisa membantu usaha-usaha kecil dan mikro, dalam memasarkan produk mereka.

Presiden berharap, ini bisa dikumpulkan menjadi semacam korporasi besar.

img_title Tinjau Irigasi, Gubsu Bobby Serap Aspirasi dan Beri Solusi untuk Petani di Gunung Sitoli Nias

"Mengorporasikan petani di dalam sebuah wilayah. Mengorporasikan nelayan di sebuah wilayah sehingga mempunyai kekuatan untuk daya tawar terhadap pembeli, terhadap konsumen," jelas Jokowi.

Dia yakin, jika model seperti ini dikembangkan terus, maka petani, nelayan dan usaha kecil mikro, bisa sejahtera. Sebab, harganya pasti jauh lebih tinggi, karena tanpa tengkulak atau perantara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau mereka melewati perjalanan seperti biasa, melewati mata rantai yang terlalu panjang. Dan harga keuntungan habis di tengah-tengah itu," katanya.

Jokowi meyakinkan, untuk Fintech seperti ini, akan segera dibuatkan aturah hukumnya. "Regulasinya sedang disiapkan oleh OJK. Kita kejar-kejaran dengan regulasi, memang harus mengarah ke sana," kata Jokowi.

Sofia, Bulgaria

Sosok Iliana Yotova, Calon Presiden Wanita Pertama yang Terpilih di Bulgaria

Iliana Yotova bersiap untuk menjadi presiden perempuan pertama Bulgaria, sebuah pencapaian puncak dalam perjalanan politiknya yang membawanya dari Parlemen Eropa

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut