Berlomba-lomba Mengklaim Miliki Jagat Raya

Ilustrasi NASA.
Sumber :
  • REUTERS/ NASA/JPL-Caltech/Handout/Files

VIVA.co.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) boleh saja bangga karena berhasil mengirim tiga orang astronot, Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins, ke bulan pada 20 Juli 1969.

img_title 'West Point' Antariksa Dibentuk, Donald Trump: Lumpuhkan China, Kuasai Luar Angkasa

Dengan demikian, AS memenangkan perlombaan luar angkasa dengan Uni Soviet. Namun, ada tiga orang pria yang menganggap prestasi NASA itu "biasa-biasa saja", lalu mengklaim bahwa luar angkasa adalah milik mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka adalah A. Dean Lindsay, James T Mangan, dan Dennis Hope.

img_title 10 Game Mirip Minecraft di 2026, dari Bertahan Hidup hingga Petualangan Luar Angkasa!

Mengutip situs Mentalfloss, Senin, 8 Mei 2017, Lindsay tiba di kantor Notaris Publik Pittsburgh, AS, dengan dokumen yang menyatakan bahwa dia memiliki "properti yang dikenal sebagai planet dan pulau-pulau yang di jagat raya".

Dokumen ini dikenal sebagai "A.D Archapellago Lindsay". Kejadian itu terjadi pada 1937. Akan tetapi, Lindsay mengecualikan bumi sebagai pemilik tunggal, karena itu merupakan "properti" milik seluruh umat manusia.

img_title Mobil Bergaya Luar Angkasa Ini Bikin Heboh

Piagam Celestia

Setelah dari kantor notaris, Lindsay kemudian mengirim seluruh dokumennya serta melakukan pembayaran untuk secara resmi merekam klaimnya kepada Panitera Pengadilan Tinggi di kota asalnya Ocilla, Georgia, AS.

Klaim tersebut dicatat pada 28 Juni, di tahun yang sama. Dokumen tersebut berisi hak atas seluruh isi jagat raya yang diklaim adalah miliknya. Namun, ia mengecualikan benda asing yang mengelilingi bulan dan benda langit lainnya.

Selanjutnya, James T Mangan. Pria yang berprofesi sebagai guru ini mendeklarasikan seluruh ruang angkasa, minus benda langit, yang disebut sebagai "Nation of Celestial Space," atau "Celestia", adalah miliknya.

Hal itu diungkapkannya pada 1948. Mangan lalu mempresentasikan "Piagam Celestia" ini untuk dijadikan hak cipta ke Panitera Pengadilan Tinggi di Illinois, AS.

Meski petugas di sana awalnya bingung, namun akhirnya memasukkan piagam tersebut ke dalam catatan. Tak puas, berbekal Piagam Celestia, Mangan mengajukan diri menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tetapi ditolak.

Traktat Luar Angkasa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klaim kepemilikan Mangan dan Lindsay digagalkan saat Traktat Luar Angkasa mendapat kekuatan hukum pada 1967.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa ruang angkasa adalah ruang bebas bagi semua negara untuk dieksplorasi, dan klaim yang diajukan tidak bisa diterima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut