Data Pelanggan Situs Kencan Online Muslim Bocor

Ilustrasi situs kencan online.
Sumber :
  • www.reuters.com

VIVA.co.id – Situs kencan Muslim PureMatrimony.com, dilaporkan mengalami kebocoran data penggunanya yang menyebabkan 120 ribu kata sandi, atau password pelanggan "terungkap bebas" secara online.

img_title Jangan Percaya Ada yang Ngaku-ngaku Perekrut BUMN atau Tech Titan di LinkedIn

Namun, mereka membantah telah diretas, dan justru menyalahkan adanya cacat sistem pada penyedia layanan pihak ketiga untuk masalah ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kata kunci yang bocor tersebut dilaporkan dilengkapi dengan algoritma MD5, yang secara luas dianggap sebagai cara yang lemah untuk melindungi password secara kriptografi.

img_title AI Sekarang bisa Meretas dalam 31 Detik Tanpa Bantuan Manusia

Ini artinya, seperti dikutip situs Ibtimes, Sabtu, 20 Mei 2017, peretas (hacker) dapat dengan mudah memecahkan "hash" dari kata kunci yang bocor dan mendapatkan kata kunci asli pengguna.

Kata sandi tersebut, dilaporkan ditemukan dibuang di situs cracking password, namun tidak ada data pribadi lainnya seperti alamat email atau nama pengguna yang bocor.

img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

"Pelanggan sudah diberi tahu tentang kejadian tersebut melalui email. Pelanggan telah diberi tahu untuk mengganti kata sandinya di akun profil mereka dan juga tempat-tempat lain secara online di mana mereka mungkin menggunakan kata kunci yang sama," kata perwakilan Pure Matrimony.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Layanan online menyarankan, agar cacat pada penyedia layanan pihak ketiga mungkin bertanggung jawab atas masalah ini. Penyebab kebocoran data belum diverifikasi secara independen oleh IBTimes Inggris.

Masih belum jelas kapan kejadian itu terjadi. Halaman Facebook PureMatrimony memposting pemberitahuan pada 12 Mei lalu tentang pemadaman layanan terkait dengan upgrade sistem. Namun, tidak pasti apakah gangguan layanan tersebut terkait dengan kebocoran data. (asp)

Hacker / serangan siber.

Uni Eropa Resmi Wajibkan Laporan Serangan Siber dalam 24 Jam

Komisi Uni Eropa Bersama Badan Keamanan Siber Uni Eropa (ENISA) mengatakan aturan baru yang mewajibkan pelaporan serangan siber dan kerentanan mulai berlaku 11 September.

img_title
VIVA.co.id
12 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut