Bakteri Ini Bisa Perbaiki Fungsi Jantung

Ilustrasi penyakit jantung.
Sumber :
  • transindonesia.co

VIVA.co.id – Para peneliti dari Stanford, California, Amerika Serikat, menemukan cara tak biasa untuk perawatan terhadap penderita penyakit jantung. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian secara global.

img_title Penyakit Jantung Masih Jadi Ancaman, Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya

Terobosan baru ini diklaim menunjukkan hasil yang menjanjikan, yakni memanfaatkan bakteri fotosintetik dan cahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Bedah Kardiotoraks Stanford, Joseph Woo, menjelaskan, pertama-tama para periset menyuntikkan sejenis bakteri ke dalam jantung tikus yang diberi anestesi penyakit jantung.

img_title Kaki Bengkak, Benarkah Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung?

Kemudian, mereka menggunakan cahaya untuk memicu fotosintesis. Hasil akhir menunjukkan bakteri tersebut mampu meningkatkan aliran oksigen dan memperbaiki fungsi jantung.

"Keindahannya adalah sistem daur ulang itu. Anda mengantarkan bakteri, mereka mengambil karbondioksida. Dengan energi dari cahaya, mereka membentuk oksigen," kata Woo, dikutip dari Scopeblog.standford.edu, Kamis, 15 Juni 2017.

img_title Jarang Diketahui, Nyeri Bahu Bisa Jadi Tanda Masalah Jantung, Ini Penjelasannya

Ia menambahkan, asal-usul konsep yang agak membingungkan ini muncul dari para ilmuwan yang mencari cara baru, untuk mengantarkan oksigen ke jantung saat aliran darah dibatasi.

Kondisi ini dikenal sebagai ischemia jantung dan paling sering disebabkan oleh penyakit arteri koroner. "Kami pikir ada hubungan yang menarik di alam. Manusia mengembuskan karbondioksida dan tumbuhan mengubahnya kembali menjadi oksigen," tuturnya.

Woo melanjutkan, selama serangan jantung, otot masih berusaha memompa. Artinya, ada karbondioksida tapi tidak ada oksigen.

Cara kerja fotosintetik

Ia lalu bertanya-tanya apakah ada cara untuk menggunakan sel tumbuhan dan menempatkannya di samping sel-sel jantung untuk menghasilkan oksigen dari karbondioksida.

Periset mencoba menggiling bayam dan kangkung, lalu menggabungkan masing-masing tanaman ini dengan sel jantung di piring, tapi kloroplas dari keduanya tidak cukup stabil untuk bertahan di luar sel tumbuhannya.

Selanjutnya, mereka mencoba bakteri fotosintetik. Bakteri ini biasa disebut cyanobacteria atau ganggang biru-hijau, karena memiliki struktur lebih kasar yang diperlukan untuk hidup di air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Periset mengulangi tes yang sama untuk melihat apakah bakteri fotosintetik ini memiliki kemampuan bertahan dengan sel-sel jantung di piring. Dan mereka pun berhasil.

Eksperimen berikutnya melibatkan penyuntikan cyanobacteria ke dalam jantung tikus yang diberi anestesi dengan iskemia jantung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut