WhatsApp Dituding Bela Paedofil dan Bandit

Logo aplikasi WhatsApp.
Sumber :
  • www.pixabay.com/Arivera

VIVA.co.id – WhatsApp dituding membela dan mendukung paedofil dan komplotan bandit dengan fitur enkripsi end to end miliknya. Tudingan disampaikan pemerintah Inggris yang menilai platform milik Facebook itu tak bisa diajak bekerja sama dalam memerangi konten ekstremis dan negatif. 

img_title 10 Fitur WhatsApp untuk Pemula

Inggris mengatakan, layanan komunikasi enkripsi WhatsApp itu memungkinkan kelompok penjahat dan paedofil beroperasi dengan mulus dan lolos dari jerat hukum. Layanan enkripsi juga dipandang menyulitkan penegak hukum untuk menindak dan menyelidiki organisasi penjahat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita mengetahui layanan enkripsi end to end seperti WhatsApp digunakan oleh paedofil. Saya tak bisa menerima perusahaan memungkinkan mereka dan kriminal lainnya beroperasi melawan penegakan hukum," ujar Menteri Dalam Negeri Inggris, Amber Rudd dikutip dari Reuters, Rabu 4 Oktober 2017. 

img_title Fitur Sepele WhatsApp yang Belum Banyak Orang Tahu

Tudingan juga dilontarkan Menteri Keamanan Inggris, Ben Wallace. Ia merasa jengah layanan enkripsi end to end menghalangi timnya untuk melacak pesan penjahat. 

“Enkripsi itu sangat mengganggu pekerjaan saya, saat kita mengetahui dua paedofil berbicara dan berpikir mereka melakukan sesuatu misalnya merenggut anak-anak, tapi kita tak mengetahui dan tak bisa mendapatkan komunikasi tersebut,” ujarnya.

img_title 8 Fitur Rahasia WhatsApp, Kamu Wajib Tahu

Wallace menjelaskan, kementeriannya punya data berbasis harian bahwa enkripsi end to end melindungi paedofil sampai organisasi bandit. Untuk itu, pemerintah sedang memutar otak bagaimana menyiasati bisa menembus enkripsi. "Ada beberapa cara yang lebih bisa membantu kami tanpa harus memasuki enkripsi end to end. Tapi tak bisa kami sampaikan," ujar Wallace. 

Untuk itu, Rudd menegaskan, pemerintah Inggris telah meminta industri teknologi untuk lebih serius, komitmen dan agresif melawan kelompok penjahat sampai ekstremis di tanah Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjawab tudingan membela paedofil, perwakilan WhatsApp tegas membantahnya. WhatsApp tak akan memberi ruang bagi konten eksploitasi atas anak di bawah umur. "Eksploitasi anak tentunya tak punya tempat dalam layanan kami. Untuk itulah kenapa kami bekerja dengan penegak hukum untuk mengidentifikasi akun-akun tersebut (paedofil) dan memblokir mereka," ujar juru bicara WhatsApp. 

Di sisi lain, perusahaan teknologi yang beroperasi di Inggris meminta pemerintah Inggris juga proporsional. Selain menuntut perusahaan teknologi untuk memerangi konten negatif pada mediumnya, pemerintah didesak untuk juga membuka ruang kebebasan sipil dan menjamin keamanan negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut