Supermoon Jilid II Bisa Dilihat di Indonesia

Ilustrasi Blue Moon.
Sumber :
  • www.space.com

VIVA – Usai disapa Gerhana Bulan Total atau Supermoon pada 1-2 Januari 2018, kini para pencinta astronomi kembali bisa menikmati penampakan Supermoon untuk kali kedua pada 31 Januari mendatang.

img_title Pramono: Banjir Rob di Jakarta Terjadi Gegara Fenomena Supermoon

Supermoon merupakan fenomena di kala Bulan terlihat bulat penuh dengan kondisi lebih besar dan paling terang. Ini disebabkan jarak yang lebih dekat antara Bulan dan Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jarak rata-rata Bulan dan Bumi normalnya 384 ribu kilometer. Namun, saat Supermoon maka jarak keduanya menjadi dekat. Sebagai perbandingan, pada 1 Januari kemarin, jarak Bulan dengan Bumi pada sore hari sejauh 360 ribu kilometer.

img_title Terjadi Semalam, Masih Bisakah Menyaksikan Fenomena Supermoon Malam Ini?

Selanjutnya, pada malam hari hanya berjarak 357 ribu kilometer. Menurut pengamat astronomi Avivah Yamani, Bulan Purnama kedua dikenal sebagai Blue Moon (Bulan Biru).

Fenomena ini akan berlangsung tepat 31 Januari setelah Matahari terbenam dan seluruh masyarakat Indonesia bisa menyaksikan peristiwa yang jarang terjadi tersebut.

img_title 5 Fenomena Alam Langka Mei 2025 Akan Mengguncang Langit Indonesia, Nomor 4 Gelap

Selain itu, Bulan Purnama kedua ini merupakan Bulan Purnama Perigee, di mana pada tanggal yang sama akan terjadi Gerhana Bulan Total. Peristiwa ini bisa dijuluki sebagai Bulan Super Darah Biru.

Fenomena ini secara umum dapat diamati oleh masyarakat Indonesia sejak Bulan terbit. Khusus untuk sebagian wilayah Indonesia bagian barat, Bulan terbit setelah terjadinya kontak pertama ketika Bulan sudah mulai memasuki kerucut penumbra Bumi.

Pada saat ini tidak banyak perubahan yang terlihat karena hanya terjadi peredupan. Saat gerhana Bulan total, Bulan akan memasuki bayangan Bumi dan tampak kemerahan bagi pengamat di Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tanggal 31 Januari nanti, Bulan akan mulai memasuki bayangan Bumi pukul 18.48 WIB dan menghabiskan waktu 3 jam 22 menit dalam umbra Bumi. Keseluruhan gerhana akan terjadi selama 5 jam 17 menit dengan durasi gerhana total 1 jam 16 menit 4 detik,” kata Avivah, dalam tulisannya di situs Langit Selatan, Jumat, 19 Januari 2018.

Ia melanjutkan, proses gerhana dimulai sejak Matahari terbenam sampai tengah malam dan puncak gerhana Bulan total terjadi pada pukul 20.31 WIB. Tak hanya Indonesia, sebagian wilayah Eropa, Rusia, Australia, wilayah Pasifik, serta wilayah Amerika barat dan utara, juga bisa menikmati fenomena langka ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut