Sony Mulai Tinggalkan Penjualan PS5
- Mashable
VIVA – Strategi Sony terhadap PlayStation 5 tampaknya mulai memasuki fase baru. Setelah hampir enam tahun berada di pasar, perusahaan kini tidak lagi menjadikan penjualan konsol sebanyak mungkin sebagai prioritas utama.
CEO Sony, Hiroki Totoki, mengungkapkan bahwa perusahaan tidak perlu lagi menjual PS5 secara agresif karena konsol tersebut sudah memasuki paruh akhir siklus hidupnya. Fokus Sony justru mulai diarahkan untuk menghasilkan pendapatan berulang dari basis pengguna PlayStation yang sudah terbentuk.
Pernyataan tersebut disampaikan Totoki dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, dikutip VIVA Selasa, 1 September 2026. Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan kondisi pasokan memori dan penyimpanan yang saat ini menjadi tantangan bagi industri teknologi.
Basis Pengguna PS5 Sudah Sangat Besar
Salah satu alasan Sony tidak perlu terlalu agresif mengejar penjualan perangkat baru adalah besarnya jumlah pengguna yang sudah berada di ekosistem PlayStation.
Data resmi Sony menunjukkan bahwa PS5 telah mencapai lebih dari 95 juta unit penjualan kumulatif secara global per 30 Juni 2026. Angka tersebut mencakup penjualan sell-in dan menunjukkan betapa luasnya basis pengguna konsol generasi terbaru Sony.
Dengan jumlah pengguna sebesar itu, Sony memiliki pasar yang sudah tersedia untuk berbagai layanan dan produk digital. Strategi perusahaan pun dapat bergeser dari sekadar mendapatkan pembeli konsol baru menjadi meningkatkan nilai ekonomi dari pemain yang sudah memiliki perangkat.
Totoki menyebut bahwa PlayStation memiliki lebih dari 125 juta pengguna aktif bulanan, sehingga bagaimana perusahaan memonetisasi basis pengguna tersebut menjadi hal yang penting.
Pendapatan Berulang Mulai Menjadi Prioritas
Pernyataan CEO Sony tersebut menunjukkan perubahan cara perusahaan melihat bisnis konsol.
Pada masa awal sebuah generasi konsol, produsen biasanya berusaha memperluas basis pengguna secepat mungkin. Semakin banyak konsol yang terjual, semakin besar pula potensi pasar untuk game, aksesori, layanan berlangganan, serta berbagai produk digital.
Namun, ketika sebuah konsol sudah memasuki paruh akhir siklus hidup, strategi tersebut dapat berubah. Sony kini memiliki puluhan juta pemilik PS5 yang sudah menjadi bagian dari ekosistem PlayStation.
Karena itu, pendapatan berulang dari pengguna lama menjadi semakin penting. Layanan seperti PlayStation Plus, pembelian game digital, konten tambahan, serta transaksi dalam game dapat menjadi bagian dari ekosistem monetisasi tersebut.