Resting Bitch Face, Tren Pasang Wajah Judes dan Datar
- hollywood
VIVA – Ratu Elizabeth hingga Victoria Beckam, dan bahkan Kristen Stewart kerap terlihat dengan ekspresi wajah datar dan cenderung 'judes'. Kekinian, ekspresi tersebut lebih dikenal dengan sebutan Resting Bitch Face (RBF) yang sontak menjadi suatu tren dan mulai dilakukan oleh kaum urban.
Di antara banyak ikon budaya pop yang dikatakan berwajah judes alias RBF, sebagian besar adalah wanita, meskipun Kanye West adalah salah satu contoh pria. Semuanya telah diejek oleh netizen karena memiliki ekspresi tertentu yang mungkin membuat orang lain tak nyaman.
Namun, ekspresi judes sendiri kerap kali tak disengaja tetapi cenderung terlihat sedang menghakimi. Lantas, apa sebenarnya RBF? Tren wajah judes ini sudah dikenal sejak kapan?
Kanye West.
Dimulai dari sebuah Meme Viral
Dikutip dari laman The Washington Post, meme RBF mengambil alih Internet pada tahun 2013. Itu dipicu oleh viral mock-PSA tentang "Resting Bitch Face". Banyak orang telah mengidentifikasi fenomena yang ditakuti dalam daftar selebriti, di lingkaran sosial mereka sendiri, bahkan di cermin.
Jadi, Jason Rogers dan Abbe Macbeth selaku peneliti perilaku dengan perusahaan riset dan inovasi internasional Noldus Information Technology, memutuskan untuk menyelidikinya. Mengapa beberapa wajah terlihat benar-benar tanpa ekspresi, tetapi yang lain tidak dapat dijelaskan? Apa sebenarnya yang membuat kita mendaftarkan ekspresi yang tampaknya netral sebagai RBF?
"Kami ingin ini menyenangkan dan tidak hanya sekedar basa-basi, tetapi juga memiliki data ilmiah yang sah untuk mendukungnya," kata Macbeth.
Penelitian Wajah Judes
Para peneliti menggunakan FaceReader dari Noldus, alat canggih yang dirancang untuk mengidentifikasi ekspresi tertentu berdasarkan katalog lebih dari 10.000 gambar wajah manusia. Perangkat lunak, yang dapat memeriksa wajah melalui kamera langsung, foto, atau klip video, memetakan 500 titik pada wajah manusia, kemudian menganalisis gambar dan memberikan ekspresi berdasarkan delapan emosi dasar manusia: kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, kejutan, jijik, penghinaan, dan "netral."
Untuk menetapkan garis dasar, Rogers dan Macbeth pertama-tama meminta FaceReader menilai serangkaian wajah yang benar-benar tanpa ekspresi. Ekspresi tersebut menunjukkan sekitar 97 persen netralitas, kata Macbeth. Lainnya, tiga persen termasuk "sedikit kerlip emosi" yakni sentuhan kesedihan di sini, sedikit kejutan di sana, tapi tidak ada yang signifikan.