Preloved, Alternatif Cerdas Tampil Berkelas

Tas Hermes.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id –  Bagi kaum hawa, menenteng tas mewah dan mengenakan fesyen keluaran rumah mode dunia atau rancangan desainer ternama merupakan suatu kebanggaan. Saat barang mewah itu melekat di tubuh, rasa percaya diri meningkat berkali-kali lipat.

img_title Margin Wieheerm Beberkan Bukti Tas Branded Rp79 Juta Gak Dibeli Pakai Duit Negara

Entah benar atau sekadar gengsi, banyak pemilik barang branded mengaku demikian. Meski ada sebagian yang memiliki alasan lain, seperti lebih awet dibanding produk yang belum punya nama atau karena hobi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebenarnya memiliki barang branded tak melulu harus baru, karena barang preloved atau secondhand branded pun ikut diburu. Tentang preloved ini, bagi sebagian orang atau yang tidak melek fesyen memang terdengar kurang familiar.

img_title Bukan Dijual, Terungkap Alasan Orang Tajir Hobi Gadai Tas dan Jam Tangan Mewah

Dikutip dari Oxford Dictionaries, preloved adalah barang yang sebelumnya pernah dimiliki atau digunakan atau bisa disebut secondhand alias bekas. Sementara menurut profesional online seller, Marisa Tumbuan, preloved adalah istilah untuk produk yang pernah dimiliki seseorang dan dijual kembali oleh pemiliknya, namun masih punya nilai tinggi.

Dalam dunia fesyen, preloved identik dengan barang branded, dan istilah ini lebih halus dibanding secondhand atau barang bekas. Karena istilah terakhir itu memberi kesan barang tidak berkelas.

img_title Dunia Tas Branded Ada Kastanya, Kamu di Level Mana?

Kian Diminati

Marisa mengatakan, barang preloved kini makin diminati masyarakat Indonesia. Mereka memilihnya karena harga yang lebih murah dengan kualitas masih seperti baru.

"Sekarang minat barang branded semakin menjamur. Preloved adalah sebuah alternatif yang cerdas untuk tampil oke, dengan harga lebih murah," katanya kepada VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun barang preloved yang menjadi buruan masyarakat Indonesia, antara lain merek Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Gucci, Bottega Veneta, Furla, Balenciaga, Burberry dan Modern Creation Munchen (MCM). Menurut Marisa, ada beberapa alasan konsumen memilih barang preloved: mencari kualitas dengan harga lebih murah atau sekadar mengikuti tren semata.

Tingginya minat masyarakat terhadap barang preloved, membuat Marisa membentuk komunitas penjual online yang terpercaya khusus barang branded pada 2012 lalu. Dan, dalam perjalanannya, dia berinisiatif membuat program reguler untuk mempertemukan penjual dan pembeli barang branded, sehingga tercipta Irresistible Bazaar. "Ragam barang bermerek bisa ditemukan di sini, mulai harga Rp500 ribuan," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut