Hal yang Harus Diingat Jika Terjadi Gempa

Rumah warga rusak parah akibat gempa bumi di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September 2018
Sumber :
  • Dok. BNPB

VIVA – Kesiapan seseorang saat terjadi bencana alam seperti gempa, berbeda satu dan lainnya. Beberapa orang bisa bersikap tenang sementara lainnya akan panik.

img_title Sambil Menunggu GTA 6, Kembali ke Vice City Bisa Jadi Perjalanan Nostalgia yang Menarik Gamer

Indonesia sebagai negara dengan titik pusat gempa yang cukup banyak, sudah sepatutnya masyarakat mulai sadar dan paham betul apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana gempa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemui dalam wawancara terbatas dengan Naomi Patadungan, Direktur Nasional Jonas Lang Lasalle, dan Wendy Haryanto selaku Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute, ada beberapa hal yang harus diingat jika gempa terjadi, terutama jika sedang berada di gedung pencakar langit.

img_title Penampilan Terbaru Jule Usai Kasus Dugaan Narkoba Disorot, Terlihat Makin Kurus

"Jangan pakai high heels, terus turun ke bawah, pegangan hand rail karena (kondisi) goyang. Kalau kondisi gempa jangan bawa barang, selamatkan jiwa," kata Naomi, di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 25 Oktober 2018.

Lebih lanjut Naomi menambahkan berada di luar gedung bertingkat lebih berbahaya bagi siapapun. “Asal tahu tempat ngumpet (yang baik). Kalau dulu dibilang sembunyi di bawah meja, meja dulu tebel, sekarang? Jadi harus tahu di mana tempat menyelamatkan diri, ada yang bilang di segitiga kehidupan,” ujarnya.

img_title HP Oppo A60 vs Tecno Camon 40: Adu Layar, Kamera, Performa hingga Baterai Apa Saja Perbedaannya?

Segitiga kehidupan, lanjut Naomy ini dikenal sebagai sudut pertemuan yang memungkinkan orang terlindungi dari runtuhan tembok atau bahkan kaca. Misalnya saja sudut antara tembok dan sofa yang menempel di dinding, meringkuk di sofa akan jauh lebih aman, jika tembok atau kaca runtuh tidak akan langsung mengenai diri sendiri.

“Di sinilah pentingnya melakukan pelatihan, agar saat suatu saat hal yang tidak diinginkan terjadi, meskipun panik itu pasti ada, tapi setidaknya orang bisa meminimalisir kepanikan," ucap Naomy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat dibilang jangan panik orang pasti panik. Bedanya orang yang terlatih, paniknya akan teratur dibanding yang tidak terlatih. Latihan itu gunanya untuk itu. Kita harus selamatkan jiwa dulu keluarkan jiwa dulu dari gedung," jelas Naomi yang telah menangani banyak gedung pencakar langit di Jakarta.

Gedung-gedung di Jakarta sendiri menurut Naomi sudah cukup aman asalkan mereka dirawat dengan benar, dan mereka umumnya akan memiliki latihan keselamatan diri bagi para penghuni gedung.

Logo Suzuki

Suzuki Racik Mesin 1.2 Turbo, Bisa Pakai Banyak Jenis BBM

Suzuki mengembangkan mesin 1.2 liter turbo tiga silinder dengan tenaga 126 HP dan torsi 230 Nm. Mesin ini juga bisa menggunakan bensin, E100, CNG, dan CBG.

img_title
VIVA.co.id
30 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut