Lakukan Ini Biar Keuangan Tetap Aman Saat Resesi

Ilustrasi keuangan.
Ilustrasi keuangan.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Beberapa hari lalu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut Indonesia bisa mengalami resesi. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

Lalu, apa yang perlu dipersiapkan kita menghadapi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi yang ada di depan mata? Direktur AXA Financial, Cicilia Nina Triana mengungkapkan pentingnya menyisihkan uang dan menyimpannya sebagai dana darurat.

Baca Juga: Soal Resesi Ekonom Akui Sudah Prediksi, Indef: Pemerintah Bisa Apa?

"Semenjak adanya pandemi ini, masyarakat mulai concern mengatur literasi keuangan dengan membuat dana darurat. Menurut perencana keuangan, dana darurat yang perlu disiapkan secara teori adalah enam bulan penghasilan," jelas Cicilia dalam virtual conference, Kamis, 24 September 2020.

Namun, kata Cicilia, menyimpan uang secara konvensional saja tidak cukup. Sebab, pandemi COVID-19 ini hingga saat ini belum berakhir.

Ilustrasi laporan keuangan

"Ternyata dana darurat yang disiapkan enam bulan tidak cukup. Saat ini sudah jalan di bulan ketujuh dan belum tahu sampai kapan ini berakhir. Artinya, menyiapkan dana darurat secara konvensional tidak cukup," jelas dia.

Cicilia kemudian menyebut bahwa masyarakat perlu disiapkan mempersiapkan dana darurat yang memiliki garantor. Sebab, jika dana darurat garantornya hanya dari dompet, tidak bisa menjamin hingga pandemi ini berakhir.

"Dana darurat garantornya hanya dari dompet tidak bisa menjamin yang disiapkan enam bulan memiliki risiko habis. Melalui bisnis asuransi jiwa, kita bisa menyisihkan dana untuk membeli asuransi kesehatan melindungi hingga tahunan," jelas dia.

Cicilia, menambahkan, tabungan untuk asuransi tidak mesti dalam jumlah besar.

Saving tidak cukup, cash tidak cukup, paksakan saving ke lembaga yang bisa melindungi besar. Asuransi ada banyak yang affordable yang memberi perlindungan lebih," jelas dia.