Inspiratif, Saat Anak-anak di Pengungsian Bersuara Lewat Buku

Anak-anak di pengungsian
Anak-anak di pengungsian
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Bianca Sada, gadis belia asal Indonesia yang saat ini menetap di Amerika Serikat, memberanikan diri untuk menuangkan apa yang Ia rasakan saat mendengarkan langsung kisah anak-anak seusianya yang harus meninggalkan rumah mereka dan terpaksa tinggal di pengungsian, melalui buku ilustrasi berjudul “One Day: Letters from Lives in Limbo”.

"Suatu Hari di Masa Lalu Sesuatu Mengubah Hidup Mereka, Saat ini Mereka Hidup dalam Pengungsian, Suatu Hari Nanti...," merupakan penggalan kata dari buku ilustrasi tersebut.

Melalui buku ilustrasi pertamanya, Bianca Sada menyuarakan impian pengungsi anak- anak untuk merasakan kehidupan yang lebih baik. Hasil penjualan dari buku ilustrasi yang merupakan karya pertama dari Bianca ini pun sepenuhnya akan disumbangkan untuk membantu pengungsi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan sehingga suatu hari nanti mereka dapat merasakan kehidupan yang lebih baik.

“Semua berawal dari tahun 2018 saat saya mendapatkan undangan dari Hope Learning Center (HLC) yang berlokasi di Cisarua, Jawa Barat untuk membantu mengajarkan pengungsi anak-anak melukis," ujar Bianca dalam keterangan persnya.

Lebih dalam, saat Bianca meminta mereka untuk menceritakan kisah di balik lukisan yang mereka buat, ia menyaksikan langsung bagaimana sinar mata anak-anak di sana terlihat begitu bersinar saat menceritakan kehidupan mereka di negara asalnya. 

"Namun, saat mereka mulai bercerita tentang mengapa mereka meninggalkan tanah kelahirannya, sinar mata yang sebelumnya bersinar pun perlahan meredup,” tutur Bianca menceritakan awal mula pertemuannya dengan para pengungsi.

Salah satu sosok yang menarik perhatian Bianca adalah seorang pengungsi bernama Naweed Aieen yang kini mendedikasikan dirinya sebagai Direktur HLC. Bianca merasa kagum dengan semangat juang Aieen yang meskipun sedih karena harus meninggalkan kampung halamannya dan melalui perjuangan berat untuk sampai di Indonesia, namun tetap semangat untuk menata kehidupannya kembali.