Hari Disabilitas Internasional Dirayakan dengan Mengukir Karya

Hari Disabilitas Internasional
Hari Disabilitas Internasional
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Menjadi seorang pengrajin batik mungkin tidak akan terpikirkan oleh Trimah, salah satu wirausaha penyandang disabilitas yang membuat karya batiknya menggunakan kaki dari Minomartani, Sleman, DI Yogyakarta. 

Trimah, yang lahir di Magelang pada 15 April 1990, dan kini juga menjadi seorang ibu bagi anaknya yang berusia 18 bulan, juga tidak menyangka rasa penasarannya dapat menuntunnya hingga hari ini. Dengan membatik menggunakan kaki, Trimah juga mendapatkan nilai kehidupan yang hingga saat ini terus ia jalankan.

"Saya mulai membatik sejak 2014, namun sudah mulai belajar sejak 2010 untuk membatik menggunakan kaki. Dengan membatik saya mendapatkan treatment untuk mengendalikan emosi dan temperamen. Saya juga bisa menghasilkan dan membantu perekonomian," ujar Trimah dalam keterangannya, Senin 6 Desember 2021. 

Trimah mengungkapkan banyak kegagalan yang harus dilewati, tetapi rasa penasaran mampu mengalahkan rasa menyerah yang dialami serta membangun kepercayaan dirinya. Ia juga bertekad untuk mendapatkan pendapatan untuk dirinya sendiri, sehingga dapat hidup mandiri. 

"Perasaan saya menjadi pembatik itu bangga, karena tanpa disadari saya ikut nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa. Menurut saya merawat anak dan membatik itu hampir sama, karena keduanya menggunakan hati yang tulus, lapang, juga ikhlas,” ungkap Trimah.

Hingga kini, Trimah telah mampu menghasilkan batik tulis yang ditulis menggunakan kakinya sendiri dengan brand Batik Samparan. Ia juga berkarya sebagai mitra dampingan dari Pusat Rehabilitasi Yakkum (PRY). 

Karya batik ini dikenal orang dengan metode mulut ke mulut, serta dijual melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Karya-karya batik tulis dari Trimah sendiri juga dapat dipesan motif dan warnanya, sehingga dapat menyesuaikan keinginan dari para pembelinya. Trimah berharap, karya yang ia ciptakan dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dan terus berkarya.