Beberapa Cara Doa Shalat Gerhana
- VIVAnews/Andri Mardiansyah
VIVA – Doa Sholat gerhana dilakukan setelah selesai melaksanakan sholat sunnah saat terjadi gerhana, di dalam doa tersebut berisi memohon ampunan atas dosa dan kesalahan.
Sesuai apa yang diajarkan oleh Rasulullah, umat Islam di penjuru dunia untuk melakukan sholat gerhana jika di daerah kalian atau negara kalian terdapat fenomena gerhana.
Selain melaksanakan sholat, umat Islam juga dianjurkan untuk banyak berdzikir, doa, istighfar, taubat sedah dan amal-amal kebaikan yang lain juga seperti banyak bertakbir. Berikut beberapa sunnah Nabi ketika ada gerhana:
1. Hukum Sholat Gerhana
Apa Itu Shalat? Syarat Wajib dan Syarat Sah Shalat
Gerhana merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketika terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan, Islam mensyariatkan shalat gerhana, Allah SWT berfirman yang artinya
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya" (QS. Fushilat: 37)
Syaikh Wahbah az Zuhaili penulis Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Tafsir Al Munir menjelaskan, yakni melaksanakan shalat ketika terjadi gerhana.
Seperti yang Rasulullah sabdakan "Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Oleh karena itu, jika kau menyaksikan gerhana bergegaslah untuk mengerjakan shalat." (HR. Muslim)
Dari ayat dan hadits tersebut serta hadits lainnya, para ulama menjelaskan bahwa shalat ini hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan.
2. Tata Cara Sholat Gerhana
Shalat Jumat di Masjidil Haram
Mengerjakan shalat gerhana bisa dilakukan sendiri, maupun berjamaah, ada khutbah atau pun tidak ada khutbah tidak masalah, akan tetapi jika dikerjakan dengan berjamaah lebih utama, karena dulu Rasulullah mengerjakannya secara berjamaah.
Jika dilakukan dengan berjamaah, imam harus mengeraskan bacaanya dari mulai baca Al Fatihah dan bacaan surat lain, dan harus melakukan khutbah setelah melaksanakan Sholat gerhana.
Jumlah rakaat shalat ini dua rakaat. Dalam setiap rakaat, ada dua kali ruku’. Bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan: "Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaannya saat shalat gerhana bulan, beliau shalat empat kali ruku’ dan empat kali sujud. (HR. Bukhari).