Hukum Mandi Junub dan Tata Cara Agar Puasa Sah
- U-Report
Dalil mandi junub atau mandi wajib itu termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman yang artinya:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melakukan sholat di masjid dalam keadaan mabuk, sebelum kalian sadar dan mengerti apa yang kalian ucapkan. Jangan pula kalian memasuki masjid dalam keadaan junub, kecuali bila sekadar melintas tanpa maksud berdiam di dalamnya, sampai kalian mandi” (QS an-Nisaa: 4).
Ilustrasi keramas atau mandi
- Pixabay
Doa Niat Mandi Junub
1. Doa mandi junub bagi suami-istri usai berhubungan badan Nawaitul Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbari Fardhan Lillaahi Ta'aala Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta'ala.
2. Doa mandi junub usai berhentinya darah nifas Nawaitul Ghusla Lirafil Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah ta’ala.
3. Doa mandi junub usai masa menstruasi Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta'ala Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.
Tata Cara Mandi Junub
- Membaca niat.
- Mendahulukan mengambil air wudu, yakni sebelum mandi disunatkan berwudu terlebih dahulu.
- Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri.
- Mengucap 'Bismillahirrahmaanirrahiim' pada permulaan mandi.
- Membasuh seluruh badan menggunakan air, yakni meratakan air ke semua rambut dan kulit.
- Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan.
- Membasuh badan sampai tiga kali.
- Membaca doa sebagaimana membaca doa sesudah berwudhu.
- Hukum Mandi Junub Setelah Imsak
Apakah hal tersebut diperbolehkan atau menunda mandi setelah melewati imsak dapat membatalkan puasa?
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis di atas, para ulama menyimpulkan bahwa hukum mandi junub setelah imsak adalah mubah (diperbolehkan). Bahkan ulama juga mengatakan mandi junub boleh diakhirkan hingga waktu subuh, mengingat saat salat subuh tentu harus sudah dalam keadaan suci. Kemudian, puasa seseorang yang mandi junub setelah imsak tetap sah. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Rasulullah SAW pernah melakukan mandi junub di waktu fajar. Beliau tetap menjalankan puasa dan tidak perlu mengqadha. Sahnya puasa ketika seseorang mandi junub setelah imsak, dipertegas lagi dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Al-Muwathatha'.