Mengenal 5 Gender dalam Suku Bugis, Kerap Menuai Stigma Negatif

Potret Bissu Dalam Ritual Kebudayaan Bugis (Foto/wikipedia)
Potret Bissu Dalam Ritual Kebudayaan Bugis (Foto/wikipedia)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Suku Bugis yang ada di Sulawesi mengenal lima gender sekaligus di dalam kehidupan masyarakatnya. Padahal, konstruksi masyarakat biasanya hanya mengenal dua gender saja, yaitu maskulin dan juga feminim. Kedua identitas ini melekat pada masyarakat bahwa maskulin adalah simbol dari seorang laki-laki dan feminim adalah simbol dari seorang perempuan

Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa perundungan dan intoleransi masih ada kepada seseorang yang mencoba untuk mengekspresikan dirinya di luar kedua simbol tersebut. Suku Bugis ini mengenal gender di samping laki-laki dan perempuan. Mungkin aneh kedengarannya, tapi hal ini memang benar. Bahkan, sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Nah, berikut ulasan tentang lima gender dalam Suku Bugis yang disadur dari berbagai sumber. 

1. Orowane

Pengantin Bugis.

Pengantin Bugis.

Photo :
  • U-Report

Orowane merupakan sebutan untuk laki-laki di dalam bahasa Bugis. Seperti pada laki-laki biasanya, Orowane ini mempunyai sikap yang tegas dan maskulin. Bila sudah mempunyai keluarga, ia akan dianggap bertanggung jawab penuh untuk bekerja dan menafkahi keluarganya. 

2. Makkunrai

Ilustrasi panai orang Bugis.

Ilustrasi panai orang Bugis.

Photo :
  • U-Report
Halaman Selanjutnya
img_title