6 Tradisi Unik Menyambut Kelahiran Bayi di Thailand

Ilustrasi bayi/anak/parenting.
Ilustrasi bayi/anak/parenting.
Sumber :
  • Freepik/bristekjegor

VIVA – Semua negara di dunia tentu saja memiliki tradisi dan budaya sendiri dalam rangka menyambut kelahiran sang buah hati. Kemudian ada juga tradisi dan pantangan yang harus dihindari untuk menjaga kehamilan selalu aman dan sehat, hal tersebut juga berlaku di Thailand. Tradisi dan upacara yang menandakan kelahiran ini bukan hanya merayakan kehadiran sang bayi saja, tapi cara keluarga untuk memperkuat hubungan dengan budaya mereka. 

Mereka mempunyai beberapa tradisi yang telah dijalankan sejak lama dan masih dilaksanakan oleh masyarakat Thailand sampai saat ini. Namun, ada pula sebagian orang yang sudah tidak melaksanakan hal tersebut karena dirasa sangat tradisional. Untuk kamu yang semakin penasaran dengan tradisi menyambut kelahiran bayi di Thailand, simak ulasan berikut ini yang disadur dari berbagai sumber. 

1. Tradisi dan Pantangan Saat Hamil di Thailand

Hamil

Hamil

Photo :
  • The Sun

Setiap negara tentu saja mempunyai keyakinan sendiri bila berhubungan dengan tradisi dan pantangan yang perlu dihindari selama hamil. Salah satunya adalah Thailand. Mereka meyakini pantangan untuk tidak duduk di tangga, karena bisa mengakibatkan kelahiran terhambat dan tidak mengubur apa pun di tanah karena masa kelahiran akan sulit. Sementara untuk ibu yang hamil ketika sudah memasuki trimester ketiga harus melakukan mandi ajaib. 

Mandi ajaib ini diyakini oleh mereka bisa memudahkan persalinan dan memberikan ketenangan emosional kepada bayi yang akan melahirkan. Mandi tersebut harus diberkati dengan kata-kata suci yang dikenal dengan nam mon oleh mor mon (penyembah magis atau seorang biarawan). Tradisi ini biasanya dilakukan di ruang terbuka dari bulan ke delapan sampai sembilan. 

2. Ritual Mempercantik Setelah Bayi Lahir

Ilustrasi ibu dan anak/parenting/bayi.

Ilustrasi ibu dan anak/parenting/bayi.

Photo :
  • Freepik/gpointstudio

Tradisi mempercantik ini mempunyai banyak variasi di antara masyarakat Thailand, Ma. Masyarakat Thailand Pusat mengatakan, bayi yang baru lahir dikatakan dengan tog homo atau jatuh di atas bambu. Setelah jabang bayi lahir, biasanya Mo Tamaye atau bidan tradisional akan memotong tali pusar (zaman dulu memakai bambu) kemudian dimandikan dan mempercantik si bayi dengan bedak berwarna kuning dan putih. 

3. Tradisi Masuk dan Keluar Keranjang

Ilustrasi bayi kembar

Ilustrasi bayi kembar

Photo :
  • Pixabay/pexels

Thailand juga mempunyai sebuah tradisi yang sangat tradisional dengan sebutan Lon Dek Nai Kadon atau yang lebih dikenal sebagai ritual masuk dan keluar keranjang. Tradisi ini biasanya dilakukan 3 hari setelah bayi lahir dan lebih sering dilaksanakan di pedesaan. Bayi tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah keranjang. 

Kemudian, untuk bayi laki-laki keranjang tersebut akan dilengkapi dengan pensil dan buku catatan untuk kecerdasan dan uang untuk kekayaan. Sementara bayi perempuan keranjang akan diberikan pisau dan peralatan masak. Keranjang ini kemudian akan diserahkan kepada seorang pria terhormat di desa tersebut. 

4. Penamaan Bayi

Ilustrasi ibu dan bayi.

Ilustrasi ibu dan bayi.

Photo :
  • Pixabay/PublicDomainPictures

Penamaan bayi di negara ini umumnya dilakukan empat atau lima hari setelah bayi lahir. Sama seperti Jepang, tradisi penamaan bayi ini umumnya dilakukan sang ayah. Tapi, kini tradisi boleh dilakukan baik ibu atau ayah si bayi. Ada fakta yang menyebut tentang penamaan. Faktanya, bayi yang baru lahir tidak boleh diberikan nama yang sama dengan keluarga raja Thailand. 

5. Mencukur Rambut Api

Ilustrasi ibu dan bayi.

Ilustrasi ibu dan bayi.

Photo :
  • Pixabay/sheldoni

Tradisi berikutnya adalah mencukur rambut api atau fire hair shaving. Mengetahui tradisi tersebut, bayi yang belum berusia satu bulan bukan milik orang tua yang, tapi milik roh. Pada masa ini, seorang biksu Buddha memotong rambut bayi di kuil. Rambut api sendiri adalah rambut untuk bayi baru lahir dan yang tumbuh sampai akhir masa nifas ketika berbaring di tempat api. 

Rambut akan diletakkan di atas rakit kecil yang terbuat dari daun pisang dan kemudian diapungkan. Bagian kedua dari upacara tersebut adalah melibatkan pengikatan benang kapas yang tak dipintal di area pergelangan dan penggelapan fisik..

6. Upacara Kwan Don

Ilustrasi bayi.

Ilustrasi bayi.

Photo :
  • Pixabay

Menurut kepercayan masyarakat Kwan adalah roh yang ada di dalam kepala dan akan melindungi mereka dari bahaya dan penyakit. Ketika bayi memasuki usia satu bulan, mereka akan dianggap sebagai anak manusia. Oleh sebab itu, mereka akan melaksanakan upacara Kwan Duan dalam rangka memberkati mereka. 

Pemimpin upacara akan mengusap kepala bayi dengan mawin air suci kemudian memakai pisau cukup untuk menyentuh seperti tengah mencukur rambut sang anak. Setelah prosesi tersebut, para biarawan akan melakukan Doa Jayanto untuk memberkati anak tersebut. Pernah juga msusi yang menyanyikan lagu untuk memberkati anak tersebut.