Kisah Pemuda Asal Bone, Raih Gelar Master of Science di Jepang

Akrim Said.
Akrim Said.
Sumber :
  • Ist.

VIVA Lifestyle – Dengan bermodal keberanian, kesungguhan, persiapan akademis yang matang, dan diiringi dengan ibadah serta doa, pemuda asal Bone, Sulawesi Selatan, Akrim Said, menggapai mimpinya untuk melanjutkan studi S2-nya di Jepang, dan kini telah lulus dan meraih gelar Master of Science di Kagawa Nutrition University. 

Akrim Said merupakan peraih Ajinomoto Scholarship pada tahun ajaran 2019. Saat periode seleksi, pemuda yang akrab dipanggil Akrim ini berhasil mengalahkan puluhan kandidat lainnya dan menjadi pemenang untuk melanjutkan studi S2 di Fakultas Ilmu Gizi – Kagawa Nutrition University. Menurut Akrim, mengikuti seleksi ini sangat ketat dan menantang, namun juga menjadi kebanggaan tersendiri.

“Ajinomoto Scholarship itu program beasiswa yang keren abis. Walaupun seleksinya ketat, tapi 1000 persen tim Ajinomoto sangat support dengan awardee-nya. Selain dapat tuition fee, living cost, kita juga dapat kesempatan factory visit dan berbagi pengetahuan bersama awardee dari kampus dan bidang studi yang lain,” ungkap Akrim, dalam keterangannya, Jumat 1 Juli 2022. 

Lebih lanjut, Akrim membocorkan tips bagi siapa pun yang akan mengikuti Ajinomoto Scholarship mendatang. 

"Pertama dan paling penting, luruskan niat agar tujuan kita belajar ke Jepang itu adalah supaya bisa bermanfaat. Kedua, jika masih mahasiswa, perbanyak aktif di banyak kegiatan, misalnya organisasi, ikut lomba, kegiatan sosial, hingga asisten praktikum," ungkapnya. 

"Ketiga, pelajari Bahasa Jepang sebelum berangkat agar bisa lebih survive dan dapat nilai lebih saat seleksi beasiswa. Keempat dan tak kalah penting, perbanyak amal baik khususnya kepada orangtua, ditambah amal-amalan sunnah, bagi yang Muslim,” lanjutnya.

Dalam kisah suksesnya, Akrim juga menceritakan bagaimana passion-nya turut membantu dirinya untuk lulus dengan nilai baik dalam membuat tesis atau tugas akhirnya untuk meraih gelar Master of Science.

“Kebetulan, tesis saya itu membuat edukasi gizi berbasis eletronik (e-book) yang menceritakan tentang bagaimana cara mudah dan cerdas mempraktikkan hidup sehat dengan salah satunya memerhatikan makanan kemasan yang kita makanan, atau bahasa mudahnya cerdas membaca label makanan," bebernya. 

"Tentunya dari persiapan hingga mengolah hasil penelitian banyak proses yang sudah dilalui. Misal mulai dari pilih karakter tokoh cerita yang pas, membuat cerita yang menarik, mencari ilustrator, uji coba media hingga aplikasinya kepada anak sekolah yang ada di Indonesia dan Tokyo,” sambungnya. 

Akrim turut menceritakan salah satu pengalaman menariknya ketika masih sebagai research student dan master program. Menurutnya, hal paling berkesan adalah saat sepeda milik kampus sempat ditahan di tempat parkiran umum, karena dia belum bisa baca tulisan Kanji. 

Selain itu, selama mengambil program master yang berkesan adalah Akrim punya banyak kesempatan untuk bertemu banyak tokoh-tokoh hebat dari Indonesia yang bisa menimba ilmu langsung dari mereka. 

"Kemudian sama seperti international student lainnya, saya juga pernah merasakan homesick dan rindu masakan Indonesia. Nah di saat seperti itu, saya biasanya buka resep dari dapurumami. Masakan khas Indonesia yang simpel, lezat, dan pastinya bergizi, bisa mudah saya buat,” lanjutnya.

Pemuda asal Bone ini kemudian menceritakan lebih lanjut perihal rencana-rencananya setelah lulus dan meraih gelar Master of Science dari Kagawa Nutrition University.

“Alhamdulillah, saat ini saya menjadi seorang pengajar di bidang Physical Education & Islamic Study di YUAI Islamic International School Tokyo. Harapannya di samping mengajar, saya ingin membuat beberapa media edukasi gizi yang menyenangkan. Belajar dari panutan-panutannya media edukasi gizi yang ada di Jepang,” tutupnya.