Dear Calon Manten, Ini Trik Psikolog Agar Direstui Orang Tua

Ilustrasi pernikahan/
Ilustrasi pernikahan/
Sumber :
  • Freepik/freepik.diller

VIVA Lifestyle – Mendapat restu orang tua bagi sebagian besar pasangan adalah hal paling utama dalam melanggengkan hubungan hingga pelaminan. Namun, tak sedikit pasangan yang mengaku bingung dalam meyakini orang tua sehingga alih-alih mendapat restu melainkan kerap ditolak mentah-mentah oleh calon mertua.

Psikolog Klinis dan Peneliti Relasi Interpersonal Pingkan Rumondor, M.Psi membeberkan bahwa sebuah hubungan sewajarnya dipengaruhi oleh dua faktor yakni personal dan lingkungan. Terkait personal, cenderung mengarah pada nilai-nilai pribadi seseorang yang dirasa menyatu dengan pasangan.

"Dari lingkungan, biasanya dalam bentuk nilai sosial, seperti bibit, bebet, dan bobot, dengan makna tertentu. Jadi karena fifty-fifty, yang dianggap ideal oleh lingkungan turut dipikirkan pasangan," tutur Pingkan dalam peluncuran Kampanye #SpeakUpforLove Closeup, baru-baru ini.

Ijab kobul.

Ijab kobul.

Photo :
  • U-Report

Sehingga bentuk ideal ini menjadi pemikiran banyak orang tua terhadap pasangan yang akan menikahi anaknya. Tak heran, keraguan pun kerap melanda, apalagi ketika akan mengenalkan antar keluarga yang memiliki latar belakang berbeda. Beruntung, menurut Pingkan, saat ini mulai tumbuh pola pikir yang berbeda dari generasi muda terutama bagi yang berpendidikan tinggi dan tinggal di perkotaan.

"Maka komunikasi di keluarga juga berubah. Dulu, biasanya begini. Sekarang dengan banyak perkembangan, dia mesti komunikasi dan samakan pandangan dengan pasangan, keluaarga, dan teman. Jadi tantangannya lebih besar juga," kata Pingkan.

Maka dari itu, penting untuk tiap pasangan mencoba berkomunikasi dengan trik tepat agar mendapat restu orang tua. Hal pertama yang parut dilakukan adalah menyamakan visi dan misi dengan pasangan sehingga bisa meyakini orang tua dengan pandangan yang sama.

"Pertama, sikap orang tua harus dihormati terkait tata krama. Kedua, kita cerita ke orang tua agar mereka hargai pilihan kita. Ketiga, tunjukan lewat sikap melalui visi dan misi kita bahwa perjuangan cinta ini akan berujung bahagia dan anaknya akan terawat," tuturnya.